Home Berita Nasional 27 dari 35 Penerbangan di Bandara H Asan Terdampak Kabut Asap Karhutla

27 dari 35 Penerbangan di Bandara H Asan Terdampak Kabut Asap Karhutla

  Redaksi   | Jumat , 25 September 2026
17e4ac78e72e83146c8dd2194a426bec.jpg
Penerbangan di Bandara H Asan Sampit. (Foto.Dokumentasi Sugianto/Klikkalteng.id)

KLIK.SAMPIT – Sebanyak 27 dari 35 penerbangan di Bandara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode 14-24 September 2026.

Dari 27 penerbangan yang terdampak, sebanyak enam penerbangan mengalami keterlambatan atau delay. Sementara 21 penerbangan lainnya mengalami pembatalan atau postponed.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) H Asan Sampit Abdul Haris melalui Person In Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team (CAPT) Zachruddin mengatakan, gangguan penerbangan terjadi karena terbatasnya jarak pandang akibat kabut asap karhutla.

"Dari total 35 penerbangan yang terjadwal, terdapat 27 penerbangan yang terdampak. Proporsi gangguan penerbangan ini terdiri dari enam penerbangan mengalami delay atau sebesar 22,2 persen dan 21 penerbangan mengalami cancel/postponed atau sebesar 77,8 persen," kata Zachruddin, Jumat, 25 September 2026.

Gangguan penerbangan terjadi hampir setiap hari selama periode tersebut. Kondisi jarak pandang di Bandara H Asan juga berubah-ubah mengikuti kondisi kabut asap.

Pada 14 September, jarak pandang tercatat 1.500 meter. Dari tiga penerbangan, satu beroperasi sesuai jadwal, sedangkan dua lainnya mengalami keterlambatan.

Sehari kemudian, jarak pandang turun menjadi 1.000 meter. Satu penerbangan mengalami delay dan dua lainnya dibatalkan.

Pada 16 September, jarak pandang mencapai 2.000 meter. Dari tiga penerbangan, satu berjalan sesuai jadwal, satu mengalami delay dan satu dibatalkan.

Kondisi sempat membaik pada 17 September dengan jarak pandang mencapai 4.000 meter. Namun, satu penerbangan tetap mengalami delay dan satu lainnya dibatalkan.

Gangguan semakin terasa pada 18 September. Jarak pandang turun menjadi 800 meter dan seluruh tiga penerbangan yang dijadwalkan pada hari itu dibatalkan.

Pada 19 September, jarak pandang masih berada di angka 800 meter. Dua penerbangan dapat beroperasi sesuai jadwal, sementara dua lainnya dibatalkan.

Kondisi semakin terbatas pada 20 September. Jarak pandang hanya mencapai 300 meter. Dari tiga penerbangan, dua tetap beroperasi dan satu lainnya dibatalkan.

Pada 21 September, jarak pandang kembali berada di 800 meter. Seluruh tiga penerbangan yang dijadwalkan pada hari tersebut dibatalkan.

Gangguan berlanjut pada 22 September. Pada operasional pertama, jarak pandang tercatat 2.000 meter. Satu penerbangan berjalan sesuai jadwal, satu mengalami delay dan dua lainnya dibatalkan.

Pada 23 September, jarak pandang kembali turun hingga sekitar 200 meter. Seluruh tiga penerbangan yang dijadwalkan pada hari tersebut dibatalkan.

Kondisi serupa terjadi pada 24 September. Jarak pandang tetap sekitar 200 meter dan seluruh tiga penerbangan kembali dibatalkan.

Pihak Bandara H Asan Sampit menjelaskan, kabut asap karhutla dapat menurunkan jarak pandang secara signifikan. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap proses lepas landas dan pendaratan pesawat.

Jika jarak pandang berada di bawah batas keselamatan yang dipersyaratkan, penerbangan dapat mengalami penundaan. Dalam kondisi tertentu, pesawat juga dapat melakukan holding atau go-around hingga penerbangan dialihkan atau dibatalkan.

Keputusan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Pihak bandara mengimbau calon penumpang untuk mengecek status penerbangan sebelum berangkat. Kondisi asap dan jarak pandang dapat berubah sewaktu-waktu.

Penumpang juga disarankan berangkat lebih awal untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan perjalanan menuju bandara. Masker juga dianjurkan dibawa ketika kondisi udara sepanjang perjalanan terdampak kabut asap.

Informasi mengenai penerbangan sebaiknya diperoleh dari sumber resmi maskapai maupun pihak bandara. Penumpang juga diminta tetap tenang dan mengikuti arahan petugas apabila terjadi perubahan operasional penerbangan. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami