KLIK.SAMPIT – Komunitas Warga Sampit Peduli tak hanya menyalurkan bantuan untuk relawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di tengah kondisi lapangan yang dinamis, para relawan juga ikut mengambil peran ketika melihat situasi yang membutuhkan penanganan.
Salah satunya dengan membantu mengatur lalu lintas di kawasan Jalan Tjilik Riwut, Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim). Asap pekat dari kebakaran sempat menutup pandangan pengendara yang melintas di sekitar lokasi.
Aktivis Komunitas Warga Sampit Peduli, Rahmat Hidayat, mengatakan relawan berinisiatif membantu mengatur lalu lintas karena kondisi asap cukup mengganggu jarak pandang.
“Relawan Komunitas Warga Sampit juga bantu atur lalu lintas karena posisi api dan asap pekat menutup pandangan pengendara,” ujar Rahmat, Sabtu (26/9).
Menurutnya, kondisi karhutla saat ini membutuhkan lebih dari sekadar menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Kepekaan terhadap situasi di lapangan juga diperlukan.
Ketika melihat ada pekerjaan yang dapat dibantu untuk meringankan tugas petugas maupun relawan lain, kata Rahmat, hal tersebut bisa langsung dilakukan sesuai kemampuan.
“Di kondisi sekarang tidak hanya sekadar membantu sesuai tugas pokok dan fungsi, melainkan kepekaan. Apa yang bisa diperbuat untuk meringankan petugas dan relawan di lokasi, itu yang kita lakukan,” katanya.
Rahmat mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama. Karena itu, menurutnya, tidak ada gunanya jika masing-masing pihak justru saling mendorong tanggung jawab, melempar tugas, atau menyalahkan pihak lain.
“Bukan saling dorong atau lempar tugas atau menyalahkan. Enggak ada guna. Mending berbuat yang nyata untuk meringankan tugas satu dan yang lain,” tegasnya.
Bagi Komunitas Warga Sampit Peduli, membantu di tengah situasi karhutla tidak selalu harus dalam bentuk besar. Hal sederhana seperti membantu mengatur lalu lintas ketika jarak pandang terganggu juga dapat dilakukan jika memang dibutuhkan.
Terlebih, keselamatan pengguna jalan dan petugas di sekitar lokasi juga menjadi perhatian. Relawan berupaya mengambil peran sesuai kondisi yang mereka temui di lapangan.
Dengan kondisi karhutla yang masih terjadi, Rahmat berharap semangat untuk saling membantu terus tumbuh. Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini bukan saling menyalahkan, tetapi tindakan nyata yang dapat meringankan pekerjaan bersama. (KLIK-RED)