Home Peristiwa Hujan Guyur Bapanggang Raya, Warga Kotim Sedikit Bernapas Segar dari Kepungan Asap

Hujan Guyur Bapanggang Raya, Warga Kotim Sedikit Bernapas Segar dari Kepungan Asap

  Sugianto   | Sabtu , 26 September 2026
ed0a01a06f4c950aae3899172dbbd78f.jpg
Hujan deras mengguyur wilatah Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Sabtu (26/9/2026). (Istimewa)

KLIK.SAMPIT – Hujan mengguyur Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (26/9) siang. Hujan yang turun cukup deras memberi sedikit kelegaan bagi warga setelah beberapa hari menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hujan mulai turun sekitar pukul 13.00 WIB dan berlangsung kurang lebih setengah jam. Meski tidak berlangsung lama, intensitas hujan cukup deras hingga membasahi kawasan permukiman.

“Hujan di daerah Bapanggang tadi sekitar jam satu,” ujar warga setempat, Ismail.

Menurutnya, hujan tersebut cukup membantu membasahi permukaan tanah dan lingkungan sekitar yang sebelumnya berada dalam kondisi kering.

“Setengah jam-an tadi hujan, tapi lumayan deras,” katanya.

Hujan juga dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Sampit.

“Di Jalan Jenderal Sudirman juga terjadi hujan lebat,” ungkap warga lainnya, Junai.

Hujan yang turun di sejumlah kawasan Kotim menjadi angin segar bagi masyarakat yang masih merasakan dampak asap karhutla. Namun, kondisi tersebut belum berarti persoalan kabut asap telah berakhir.

Prakirawan BMKG Kotim, Suci Priatin Ningsih, mengatakan wilayah Kotim memang memiliki potensi hujan ringan hingga sedang pada Sabtu.

Potensi hujan tersebut dipengaruhi adanya belokan angin yang membuat massa udara melambat. Kondisi itu mendukung pertumbuhan awan konvektif yang kemudian berpotensi menghasilkan hujan.

“Untuk daerah Kotim diprakirakan hari ini ada potensi hujan ringan hingga sedang. Kondisi ini dipengaruhi adanya belokan angin yang membuat massa udara melambat sehingga pertumbuhan awan konvektif lebih signifikan,” jelas Suci.

Potensi hujan mencakup Mentaya Hilir Utara dan dapat meluas ke Kota Besi, Baamang, Mentawa Baru Ketapang, Pulau Hanaut, Seranau, dan Telawang.

Sebelumnya, BMKG Kalimantan Tengah juga mengeluarkan peringatan dini cuaca pada pukul 13.30 WIB. Hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi mulai sekitar pukul 13.46 WIB hingga 15.30 WIB.

Meski hujan mulai turun, Suci mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menganggap kondisi udara telah sepenuhnya bersih dari asap.

Hujan yang berlangsung singkat hanya dapat membasahi permukaan. Sementara partikel asap yang masih berada di udara dapat kembali terasa lebih pekat setelah hujan berhenti.

“Warga tetap kami imbau menjaga kesehatan dan menggunakan masker jika keluar rumah. Kalau hujannya ringan atau sedang dan hanya berlangsung singkat, biasanya hanya membasahi permukaan sehingga setelahnya asap bisa terasa lebih pekat,” katanya.

Hujan di sejumlah wilayah Kotim diharapkan dapat membantu mengurangi kondisi kering serta menekan aktivitas kebakaran lahan yang masih terjadi di beberapa wilayah.

Bagi warga, turunnya hujan setidaknya memberi sedikit ruang untuk bernapas lebih lega setelah sebelumnya harus beraktivitas di tengah kepungan asap. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami