KLIK.SAMPIT – Seekor orangutan betina ditemukan di kawasan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Ramban, Dusun Ramban, Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotawaringin Timur (Kotim). Satwa dilindungi itu berada di tengah kawasan yang vegetasinya didominasi tanaman kelapa sawit dan masih dilanda kebakaran.
Orangutan tersebut ditemukan pada Jumat (25/9) sekitar pukul 15.00 WIB. Regu pemadam dari pihak perusahaan yang sedang mengambil air melihat satwa itu berada di atas pohon kering di perbatasan HTR Ramban dan PT MJSP.
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan, laporan mengenai keberadaan orangutan tersebut diterima petugas sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah berkoordinasi dengan pimpinan di Pangkalan Bun, diputuskan dilakukan evakuasi terhadap satwa tersebut.
"Tim rescue berangkat dari Pangkalan Bun sekitar pukul 17.20 WIB. Petugas Pos Sampit juga berangkat ke lokasi untuk membantu memantau pergerakan orangutan," kata Muriansyah.
Tim rescue Seksi KSDA Wilayah II bersama Yayasan OFI tiba di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB. Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan obat bius.
Prosesnya tidak mudah. Orangutan terus berpindah-pindah dan berada di dahan pohon yang cukup tinggi. Kondisi di sekitar lokasi juga dipenuhi asap kebakaran. Tanah di bawah pohon masih terdapat api dan bara.
Setelah beberapa jam, orangutan akhirnya berhasil dibius sekitar pukul 02.00 WIB, Sabtu (26/9). Namun, tubuhnya masih tersangkut di dahan. Petugas kemudian memanjat pohon untuk menurunkannya.
Sekitar pukul 02.30 WIB, orangutan berhasil dievakuasi dari atas pohon. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan luka bakar maupun luka lainnya pada tubuh satwa tersebut.
Orangutan itu kemudian dibawa menuju Pangkalan Bun. Tim tiba sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung membawa satwa ke klinik serta fasilitas karantina orangutan milik Yayasan OFI.
Orangutan betina tersebut diperkirakan berusia sekitar 20 tahun dengan berat 32 kilogram. BKSDA kemudian memberinya nama Sindi.
Setelah pemeriksaan darah menunjukkan kondisi sehat dan tidak membawa penyakit, Sindi direncanakan ditranslokasikan ke Suaka Margasatwa (SM) Lamandau, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Muriansyah juga menyampaikan apresiasi kepada warga Dusun Ramban dan pihak perusahaan yang membantu proses penyelamatan tersebut.
"Terima kasih kepada warga Dusun Ramban dan pihak perusahaan yang sudah membantu dalam kegiatan rescue orangutan ini. Informasi dan bantuan di lapangan sangat membantu petugas dalam proses penyelamatan," ujarnya.
Menurutnya, keberadaan satwa liar di sekitar kawasan terdampak kebakaran perlu segera dilaporkan agar dapat ditangani dengan tepat dan mengurangi risiko terhadap satwa. (KLIK-RED)