KLIK.SAMPIT – Kebakaran melanda SMAN 1 Cempaga di Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (27/9) dini hari. Sedikitnya enam gedung sekolah terbakar dalam kejadian yang berlangsung sekitar pukul 02.30 WIB tersebut.
Camat Cempaga Agustiawany mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diterimanya, titik api diduga berada di ruang wakil kepala sekolah (wakasek).
Ruangan tersebut diketahui terdapat instalasi solar cell. Api kemudian diduga merambat ke sejumlah bangunan lain di lingkungan sekolah.
“Informasi sementara yang kami terima, kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dan diduga bermula dari ledakan pada solar cell,” kata Agustiawany.
Sedikitnya enam gedung sekolah dilaporkan terbakar. Di antaranya ruang kepala sekolah, ruang guru dan musala.
“Berdasarkan informasi sementara, ada sekitar enam gedung yang terbakar. Di antaranya ruang kepala sekolah, ruang guru dan musala,” ujarnya.
Petugas pemadam kebakaran bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), warga dan unsur lintas sektor langsung melakukan upaya pemadaman. Proses pemadaman sempat menghadapi kendala karena api cepat merambat dan sumber air di lokasi terbatas.
Agustiawany mengatakan, tingkat kerusakan setiap bangunan masih dalam pendataan. Penyebab pasti kebakaran juga belum dapat dipastikan dan masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.
“Petugas bersama MPA, masyarakat dan unsur lintas sektor sudah berada di lokasi untuk melakukan pemadaman. Semua bersama-sama berupaya menangani kebakaran,” katanya.
Kebakaran tersebut menjadi kejadian pertama di lingkungan SMAN 1 Cempaga. Sekolah yang berada di Desa Sungai Paring itu diketahui telah berdiri sejak 1997.
Pasca kebakaran, pemerintah juga memikirkan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar. Pemkab Kotim telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terkait penanganan gedung sekolah yang terbakar.
Koordinasi tersebut juga mencakup rencana pembangunan kembali gedung sekolah yang terdampak.
“Sudah dilakukan koordinasi dengan Gubernur Kalimantan Tengah terkait penanganan gedung sekolah, termasuk rencana pembangunan gedung baru,” jelasnya.
Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar tetap diarahkan berlangsung di ruangan sekolah yang masih aman dan dapat digunakan.
Dengan kondisi tersebut, siswa tidak perlu dipindahkan atau menggunakan gedung SD di Desa Sungai Paring.
“Untuk sementara anak-anak tetap diarahkan belajar di ruangan yang masih bisa digunakan. Masih ada beberapa gedung yang dapat difungsikan,” pungkasnya. (KLIK-RED)