KLIK.SAMPIT – Seekor lutung merah atau kelasi ditemukan dalam kondisi terluka parah di tepi jalan raya wilayah Desa Bukit Raya, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (28/9). Satwa tersebut diduga terluka setelah tertabrak kendaraan saat hendak menyeberang jalan.
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai lutung tersebut sekitar pukul 13.00 WIB. Informasi disampaikan wartawan media online Borneo.news, Dewi, berdasarkan laporan warga yang beredar di media sosial.
Petugas kemudian menghubungi Arlan, warga Kecamatan Tualan Hulu, yang sebelumnya mengunggah informasi mengenai penemuan satwa tersebut.
“Lutung terluka di kedua kaki, kemungkinan besar tertabrak mobil atau truk saat mau menyeberang jalan,” kata Muriansyah berdasarkan informasi yang diterima petugas dari warga.
Lutung tersebut ditemukan di tepi jalan, tepatnya di sekitar areal bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Setelah mendapat informasi, lutung kemudian dijemput komunitas atau aktivis lingkungan di Sampit untuk dibawa ke klinik hewan. Satwa tersebut diharapkan mendapat penanganan medis atas luka yang dialaminya.
Namun, setibanya di klinik, lutung tersebut mati sebelum sempat mendapat tindakan dari dokter.
Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan terdapat tiga bagian tulang yang patah. Cedera tersebut meliputi paha kaki kanan, paha kaki kiri, dan bagian engkel kaki kanan.
Pada bagian paha kanan, terdapat luka robek cukup besar yang mengeluarkan banyak darah. Sementara pada paha kiri, ujung tulang yang patah terlihat menyembul keluar.
Kondisi luka yang parah membuat upaya penyelamatan tidak sempat dilakukan. Lutung tersebut akhirnya mati setelah tiba di klinik.
Muriansyah kemudian melaporkan kematian satwa tersebut kepada pimpinan di Pangkalan Bun. Berdasarkan arahan pimpinan, lutung selanjutnya dikuburkan dan dibuatkan berita acara kematian.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena lutung merah merupakan satwa liar yang hidup di kawasan hutan dan dapat berhadapan dengan risiko ketika habitatnya berdekatan dengan jalur aktivitas manusia. (KLIK- RED)