KLIK.SAMPIT – Kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali memburuk pada Rabu (30/9) pagi. Berdasarkan pemantauan aplikasi ISPUnet pukul 07.00 WIB, indeks standar pencemaran udara (ISPU) mencapai 763 dengan parameter PM10 berada pada kategori berbahaya.
Angka tersebut menjadi perhatian karena PM2.5 juga tercatat tinggi, yakni 439 dan masuk kategori berbahaya.
Berdasarkan data ISPUnet, parameter lainnya tercatat lebih rendah. Ozon (O3) berada di angka 51 atau kategori sedang. Sementara sulfur dioksida (SO2) 26, karbon monoksida (CO) 5, nitrogen dioksida (NO2) 5, dan hidrokarbon (HC) 0, masing-masing berada dalam kategori baik.
"Hari ini kabut asap masih sangat pekat. Saya ngantar anak aekolah dari MB Ketapang hingga Baamang maaih berasap," kata Dayah, salah aeorang ibu rumah tangga di MB Ketapang.
Kondisi udara tersebut terjadi bersamaan dengan kabut asap yang masih menyelimuti Sampit. Data Stasiun Meteorologi H Asan Sampit atau SMQ (WAGS) pada pukul 07.00 WIB mencatat jarak pandang hanya 600 meter.
Pada waktu yang sama, suhu udara tercatat 26,6 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 91 persen. Arah angin dalam kondisi calm dengan kecepatan 0 kilometer per jam.
Kondisi angin yang tenang membuat pergerakan udara di sekitar wilayah Sampit pada pagi hari sangat rendah. Kabut asap pun masih terlihat dan membatasi jarak pandang.
Masyarakat diimbau memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk perlindungan dari paparan polusi.
Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi cuaca melalui informasi resmi. (KLIK-RED)