KLIK.SAMPIT – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Di Kalimantan, upaya dilakukan melalui operasi darat, pemadaman udara menggunakan water bombing, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut operasi tersebut disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah turut menjadi sasaran dalam pelaksanaan OMC, termasuk Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
BNPB mencatat OMC telah dilakukan sebanyak lima sortie dengan total bahan semai mencapai 4.800 kilogram natrium klorida (NaCl).
Penyemaian dilakukan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, yakni Kabupaten Gunung Mas, Katingan, Pulang Pisau, Kotim, Kota Palangka Raya, Kapuas, Seruyan, dan Kotawaringin Barat. Sebagian wilayah Kalimantan Selatan juga masuk dalam area operasi.
OMC dilakukan untuk mendukung pertumbuhan awan hujan sehingga diharapkan dapat membantu penanganan karhutla di wilayah terdampak.
Selain OMC, BNPB juga mengoptimalkan operasi pemadaman dari udara. Sebanyak satu unit helikopter water bombing dikerahkan untuk mendukung pemadaman di Kabupaten Pulang Pisau.
Dalam operasi tersebut, helikopter melakukan 10 kali penjatuhan air dan berhasil memadamkan lahan seluas dua hektare.
Sementara melalui operasi darat, petugas dilaporkan berhasil memadamkan karhutla dengan total luasan mencapai 101,5 hektare di sejumlah wilayah.
Penanganan karhutla juga mendapat dukungan helikopter water bombing dari Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF). Dukungan tersebut dioptimalkan untuk mempercepat pemadaman dan mencegah api meluas.
BNPB menyatakan sinergi antara operasi darat, water bombing, dan OMC terus dilakukan untuk menghadapi karhutla di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. (KLIK-RED)