KLIK.SAMPIT – Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Kamis (1/10), belum sepenuhnya mengusir kabut asap. Pada Jumat (2/10) pagi, asap tebal masih menyelimuti sejumlah wilayah, salah satunya Kecamatan Cempaga.
Di wilayah tersebut, kondisi asap terlihat cukup pekat hingga membuat jarak pandang warga terbatas. Sekitar pukul 06.43 WIB, jarak pandang dilaporkan hanya sekitar 40 hingga 50 meter.
Warga setempat, Daus, mengatakan ketebalan asap kali ini terasa berbeda dibandingkan kondisi sebelumnya. Menurutnya, asap terlihat sangat pekat hingga jarak pandang menjadi semakin pendek.
“Tebal banar asapnya, tidak seperti biasanya. Kalau asap memang ada, tapi tidak setebal ini. Baru kali ini tebal banar sampai jarak makin pendek,” ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena terjadi setelah hujan turun di sejumlah wilayah Kotim. Hujan sebelumnya sempat memberikan harapan kepada masyarakat setelah beberapa pekan beraktivitas di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan informasi BMKG, potensi hujan pada Kamis terdapat di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentawa Baru Ketapang. Hujan juga dilaporkan mengguyur wilayah Cempaga.
Namun, asap tebal masih muncul di sejumlah kawasan. Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Kota Sampit, dengan kabut asap menyelimuti beberapa ruas jalan pada pagi hari.
Jarak pandang yang terbatas menjadi perhatian bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, terutama pengguna kendaraan. Pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri melaju dengan kecepatan tinggi ketika pandangan terhalang asap.
“Kami mengajak warga untuk hati-hati, terutama yang berkendara pagi-pagi. Kalau jarak pandang pendek seperti ini, sebaiknya pelan-pelan dan jangan memaksakan diri. Mudah-mudahan hujan terus turun supaya asap cepat berkurang,” katanya.
Hujan yang turun menjadi harapan masyarakat Kotim untuk mengurangi dampak karhutla dan kabut asap. Namun, kondisi asap yang masih muncul menunjukkan masyarakat tetap perlu waspada terhadap jarak pandang dan kondisi di sekitar.(KLIK-RED)