Home Berita Nasional Karhutla Mengganas, Anak Bekantan Terpisah dari Induk di Tengah Kepungan Api

Karhutla Mengganas, Anak Bekantan Terpisah dari Induk di Tengah Kepungan Api

  Sugianto   | Jumat , 02 Oktober 2026
f767b9eb76418e0b7029ce797dcf8635.jpg
Aktivis pencita lingkungan dan satwa loar, Harry saat mengantarkan anak bekantan yang ditemukan warga di Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, ke dokter hewan, Jumat (10/2) (Sugianto/Klikkalteng.id)

KLIK.SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengancam permukiman dan kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Habitat satwa liar juga ikut terdampak. Seekor anak bekantan ditemukan saat pemadaman karhutla di sekitar Jembatan Sungai Sampit, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), Kamis (1/10) malam.

Anak bekantan tersebut ditemukan sekitar pukul 23.00 WIB ketika petugas masih melakukan pemadaman di kawasan yang terbakar. Satwa itu diduga terpisah dari induk atau rombongannya saat kawasan tersebut dilanda kebakaran.

Informasi penemuan satwa diterima Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit dari Damang Bagendang dan Sekretaris Kecamatan MHU.

Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya kemudian berencana mengecek langsung lokasi untuk melihat kondisi anak bekantan sekaligus memastikan keberadaan induk atau rombongannya.

“Semalam sekitar pukul 23.00 WIB kami mendapat laporan dari Damang Bagendang dan Sekcam MHU. Ditemukan satu ekor anak bekantan saat pemadaman karhutla di sekitar Jembatan Sungai Sampit,” kata Muriansyah, Jumat (2/10).

Menurut Muriansyah, apabila induk atau rombongan bekantan masih berada di sekitar lokasi dan kembali, anak satwa tersebut dapat ditempatkan di lokasi yang memungkinkan untuk dijangkau kelompoknya.

“Kalau induk atau rombongannya kembali ke lokasi, rencananya anak bekantan akan ditaruh di tanah dengan harapan diambil kembali oleh induk atau rombongannya,” ujarnya.

Namun, sebelum petugas BKSDA tiba di lokasi, anak bekantan tersebut ternyata sudah diamankan masyarakat. Satwa itu kemudian dibawa ke klinik untuk mendapatkan penanganan.

“Namun ternyata sudah diambil komunitas dan dibawa ke klinik. Saya baru mendapat informasinya,” kata Muriansyah.

BKSDA selanjutnya akan menindaklanjuti kondisi anak bekantan tersebut. Penanganan akan mempertimbangkan kondisi satwa serta kemungkinan keberadaan induk atau rombongannya.

Penemuan anak bekantan di tengah kawasan karhutla kembali menunjukkan dampak kebakaran terhadap satwa liar. Ketika habitat terbakar, satwa dapat kehilangan tempat berlindung dan sumber makanan, termasuk berisiko terpisah dari kelompoknya.

Sementara itu, keberadaan induk maupun rombongan anak bekantan tersebut hingga kini belum diketahui. BKSDA masih akan menindaklanjuti kondisi satwa setelah mendapatkan informasi terbaru dari masyarakat dan komunitas yang mengamankannya. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami