Home Berita Metropolis Asap Pekat Kepung Sampit, Jarak Pandang Pengendara di Bawah 10 Meter

Asap Pekat Kepung Sampit, Jarak Pandang Pengendara di Bawah 10 Meter

  Sugianto   | Jumat , 02 Oktober 2026
aea6af96c1ac5a17d9fc80aa8c12f0fe.jpg
Kabut asap selimuti Kota Sampit, suasana di sekitaran Bundaran KB, Kecamatan MB Ketapang, tak terlihat akibat jarak pandang yang pendek. (Sugianto/Klikkalteng.id)

KLIK.SAMPIT – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Jumat (2/10) pagi. Kondisi paling pekat dilaporkan terjadi di kawasan Bundaran KB, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, hingga membuat jarak pandang pengendara diperkirakan di bawah 10 meter.

Seorang warga yang melintas di kawasan tersebut mengatakan kondisi asap sangat tebal. Bundaran KB yang berada tidak jauh dari lokasi bahkan sulit terlihat dari jarak beberapa meter.

“Bundaran KB tidak terlihat, walaupun hanya lima meter ke depan. Pandangan di bawah 10 meter,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat pengendara harus ekstra waspada. Kendaraan di depan maupun dari arah berlawanan sulit terlihat sebelum berada dalam jarak yang cukup dekat.

Warga mengingatkan pengendara untuk menyalakan lampu kendaraan agar keberadaannya lebih mudah diketahui pengguna jalan lainnya.

“Untuk rekan-rekan, baiknya menghidupkan lampu jauh dan juga hazard, karena ini tidak kelihatan sama sekali,” katanya.

Kabut asap juga dilaporkan menyelimuti sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman di wilayah Kotim. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga membuat pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas.

Pengendara yang tetap melakukan perjalanan diimbau mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman. Lampu kendaraan juga perlu dinyalakan, terutama ketika jarak pandang sangat terbatas.

Kondisi ini terjadi setelah sebelumnya sejumlah wilayah Kotim diguyur hujan. Hujan sempat memberikan harapan masyarakat agar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) segera berkurang.

Namun, kemunculan kembali asap pekat menunjukkan masyarakat masih perlu waspada. Pengendara yang tidak memiliki keperluan mendesak diharapkan mempertimbangkan kondisi sebelum melakukan perjalanan.(KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami