KLIK.SAMPIT – Seekor tenggiling ditemukan warga dalam kondisi terbakar di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (2/10).
Satwa tersebut ditemukan saat api masih membakar kawasan lahan. Warga kemudian melakukan evakuasi bersama relawan karhutla dan Ammang Rimba Borneo.
Wildan, warga yang ikut dalam proses evakuasi, mengatakan tenggiling ditemukan dalam kondisi sudah terbakar. Satwa tersebut diduga tidak sempat menyelamatkan diri ketika api membesar.
“Ketika ditemukan kondisinya sudah terbakar. Kemungkinan tidak sempat menyelamatkan diri saat api membesar,” ujar Wildan, Sabtu (3/10).
Setelah dievakuasi dari lokasi kebakaran, tenggiling tersebut masih berada di wilayah Ganepo. Wildan menyebut kondisinya memprihatinkan.
“Posisi tenggiling masih di Ganepo, kondisinya memprihatinkan dengan bau menyengat dan terbakar,” katanya.
Penemuan tenggiling tersebut menjadi gambaran dampak karhutla terhadap satwa liar. Ketika api meluas, satwa yang berada di sekitar kawasan terbakar menghadapi risiko kehilangan tempat berlindung maupun sumber makanan.
Tenggiling merupakan satwa liar yang dilindungi. Karena itu, keberadaan satwa tersebut di kawasan terdampak karhutla menunjukkan bahwa kebakaran tidak hanya mengancam lahan, tetapi juga habitat satwa yang berada di dalamnya.
Evakuasi yang dilakukan warga dan relawan menjadi langkah awal dalam menangani tenggiling yang ditemukan terdampak kebakaran. Penanganan lebih lanjut terhadap kondisi satwa tersebut perlu dilakukan oleh pihak yang memiliki kewenangan dan keahlian. (KLIK-RED)