KLIK.SAMPIT – Induk dan anak orangutan yang beberapa kali terlihat di kebun karet warga Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), belum ditemukan. Petugas BKSDA Resort Sampit telah menyisir lokasi, tetapi keberadaan kedua satwa tersebut masih belum diketahui.
Informasi kemunculan orangutan diterima petugas pada Jumat (2/10). Warga melaporkan induk dan anak orangutan beberapa kali terlihat di sekitar kebun karet, terutama saat musim kemarau dan ketika terjadi kebakaran lahan di sekitar lokasi.
Petugas BKSDA Resort Sampit kemudian mendatangi lokasi sekitar pukul 15.00 WIB. Berdasarkan keterangan warga, kedua orangutan terakhir terlihat pada Jumat pagi.
Sebelumnya, kemunculan orangutan juga sempat didokumentasikan warga pada Rabu (30/9). Saat itu, satwa terlihat berada di sekitar pondok di dalam kawasan kebun.
Petugas kemudian menyisir kebun karet seluas sekitar empat hektare. Penyisiran dilakukan dengan membagi personel menjadi dua regu untuk memeriksa sisi kiri dan kanan kebun.
Namun, induk dan anak orangutan tidak ditemukan.
Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan belasan sarang orangutan. Dua di antaranya diketahui merupakan sarang kelas A.
Petugas juga menemukan tanda aktivitas makan satwa berupa umbut nanas yang rusak dan telah dimakan.
“Banyak sarang yang ditemukan,” kata Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, Sabtu (3/10).
Di sekitar kebun, petugas juga menemukan kawasan yang telah terbakar. Saat observasi berlangsung, kebakaran lahan masih terjadi di sekitar lokasi.
Petugas kemudian mengingatkan warga agar segera melapor apabila kembali melihat orangutan. Informasi dari warga diperlukan untuk membantu memantau keberadaan satwa tersebut.
Pengecekan juga dilakukan di kebun karet warga Desa Kotabesi Hulu, Kecamatan Kotabesi. Lokasi itu sebelumnya menjadi titik kemunculan orangutan dan telah diperiksa petugas pada Rabu.
Saat kembali mendatangi lokasi pada Jumat sore, petugas menemukan kebakaran lahan dengan kondisi asap sangat tebal. Karena kondisi tersebut dinilai berbahaya, petugas tidak masuk ke dalam kebun.
Pemantauan dilakukan dari tepi jalan sambil menggali informasi dari warga sekitar. Namun, orangutan tidak ditemukan.
Pengecekan kembali dilakukan pada Sabtu (3/10) pagi. Hasilnya, keberadaan induk dan anak orangutan masih belum diketahui.
“Pagi tadi dicek lagi. Orangutan masih tidak ditemukan,” ujar Muriansyah.
BKSDA belum memastikan ke mana kedua orangutan tersebut berpindah. Temuan belasan sarang dan bekas aktivitas makan menunjukkan adanya aktivitas orangutan di sekitar kawasan tersebut.
Warga diminta segera melaporkan apabila kembali melihat orangutan, terutama jika satwa muncul di sekitar permukiman atau kawasan yang masih terdampak kebakaran. (KLIK-RED)