KLIK.SAMPIT – Pencarian orangutan yang beberapa kali muncul di kebun karet warga Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali dilakukan BKSDA Resort Sampit, Minggu (4/10).
Kali ini, petugas menyisir kebun karet milik warga bernama Rey yang berada di kawasan Jalan Soekarno atau Lingkar Utara, masuk Gang Mustika. Pencarian dilakukan setelah sebelumnya warga melaporkan kemunculan orangutan di sekitar kawasan tersebut.
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan, pemantauan dilakukan bersama sejumlah petugas dari Kumai, di antaranya Haru dan Yogi. Tim mendatangi lokasi dan bertemu dengan pemilik lahan di sebuah pondok.
Petugas kemudian membagi diri menjadi dua tim untuk menyisir kebun dari sisi kiri dan kanan. Namun, orangutan yang dicari belum berhasil ditemukan.
Meski demikian, petugas menemukan jejak yang diduga milik orangutan di sekitar lokasi.
“Petugas meminta untuk segera menghubungi apabila orangutan muncul kembali,” kata Muriansyah dalam laporannya.
Dari hasil pemantauan sementara, BKSDA menduga terdapat tiga individu orangutan di kawasan tersebut. Dugaan itu terdiri atas satu individu jantan, induk dan anakan.
Sebelumnya, warga melaporkan kemunculan induk dan anak orangutan di kebun karet Baamang Hulu. Satwa tersebut beberapa kali terlihat, terutama saat musim kemarau dan ketika terjadi kebakaran lahan di sekitar lokasi.
BKSDA sebelumnya juga telah melakukan penyisiran di kebun karet seluas sekitar empat hektare. Dalam pencarian tersebut, petugas menemukan belasan sarang orangutan, termasuk dua sarang kelas A.
Petugas juga menemukan tanda aktivitas makan berupa umbut nanas yang rusak dan telah dimakan.
Keberadaan tanaman nanas di lokasi menjadi salah satu alasan petugas menduga orangutan masih berpotensi kembali ke kawasan tersebut.
“Diduga kuat, cepat atau lambat, orangutan akan datang lagi ke lokasi tersebut karena ada tanaman nanas,” ujar Muriansyah.
Karena itu, BKSDA meminta warga segera melaporkan apabila kembali melihat orangutan. Informasi tersebut diperlukan untuk membantu petugas memantau keberadaan satwa dan menentukan langkah penanganan selanjutnya. (KLIK-RED)