Home Berita Nasional Huntara Mulai Berdiri, Penyintas Gempa M7,7 NTT Bersiap Tinggalkan Pengungsian

Huntara Mulai Berdiri, Penyintas Gempa M7,7 NTT Bersiap Tinggalkan Pengungsian

  Redaksi   | Minggu , 04 Oktober 2026
0b97d91e9eccd3dbd1236af69c22e70e.jpg
Hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Facebook BNPB )

KLIKKALTENG.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mendampingi pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Huntara disiapkan agar warga yang rumahnya rusak berat dapat segera meninggalkan lokasi pengungsian dan menempati tempat tinggal sementara sebelum memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Gempa yang mengguncang Flores pada Agustus 2026 membuat BNPB bersama pemerintah daerah di tujuh kabupaten terdampak melakukan pendataan dan pemutakhiran penerima bantuan pada fase transisi darurat menuju pemulihan.

BNPB memberikan dua pilihan bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat, yakni dana tunggu hunian (DTH) atau huntara. Dari pemutakhiran data sementara, sebagian besar warga memilih bantuan huntara.

Berdasarkan data BNPB per 28 September 2026, pembangunan huntara telah berjalan di sejumlah kabupaten. Di Kabupaten Manggarai, terdapat 110 unit yang masih dalam proses pembangunan. Sebanyak 50 unit progresnya sudah lebih dari 50 persen, sedangkan 60 unit masih di bawah 50 persen. Empat unit telah selesai dibangun.

Di Manggarai, hasil verifikasi mencatat sebanyak 1.494 rumah mengalami rusak berat.

Sementara di Kabupaten Manggarai Timur, sebanyak 561 unit huntara masih dalam proses pembangunan dan enam unit telah selesai. Target tahap pertama pembangunan huntara di wilayah tersebut mencapai 1.305 unit.

Huntara di Manggarai Timur dibangun dengan dua skema, yakni insitu dan eksitu.

Di Kabupaten Ngada, enam unit huntara mandiri telah selesai dibangun. Empat unit berada di Kecamatan Aimere, satu unit di Kecamatan Riung dan satu unit lainnya di Kecamatan Wolomeze.

Selain itu, BNPB telah menyelesaikan lima unit huntara insitu di Ngada. Sebanyak 272 unit lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Di Kabupaten Nagekeo, sembilan unit huntara insitu telah selesai dibangun. Sementara 173 unit lainnya masih dalam proses penyelesaian. Hasil verifikasi mencatat 314 rumah mengalami rusak berat.

Untuk Kabupaten Sikka, dua unit huntara telah selesai dibangun. Rinciannya satu unit tipe keluarga dan satu unit tipe komunal yang terdiri atas lima hunian. Sebanyak 25 unit lainnya masih dibangun secara paralel.

Di Kabupaten Ende, tujuh unit huntara telah selesai dibangun, sementara tujuh unit lainnya masih dalam proses pembangunan.

Berbeda dengan kabupaten lainnya, pemerintah daerah di Kabupaten Manggarai Barat masih melakukan pendataan keluarga terdampak yang memilih beralih dari bantuan DTH ke huntara.

Pemerintah daerah juga masih menyusun surat keputusan penerima bantuan huntara berdasarkan nama dan alamat atau by name by address.

BNPB menyatakan pembangunan huntara akan dilakukan secara bertahap sesuai jumlah penerima manfaat yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Sebelum pembangunan dimulai, BNPB bersama pemerintah daerah melakukan sosialisasi kepada warga terdampak. Penentuan lokasi huntara juga didiskusikan bersama masyarakat dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.

Di sisi lain, sejumlah pemerintah kabupaten masih menyelesaikan dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi sebagai tahapan lanjutan penanganan pascagempa. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami