Home Berita Metropolis ISPU Kotim Tembus 318, Kategori Berbahaya, Warga Keluhkan Mata Pedih dan Batuk

ISPU Kotim Tembus 318, Kategori Berbahaya, Warga Keluhkan Mata Pedih dan Batuk

  Usay Nor Rahmad   | Senin , 12 Oktober 2026
33a5280c4682c9945f31543cb412add5.jpg
Bundaran KB Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, Senin (12/10).(Usay Nor Rahmad /Klikkalteng.id)

KLIK.SAMPIT – Kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berada pada kategori berbahaya setelah nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 318 pada Senin (12/10) pukul 08.00 WIB. Di tengah kondisi kabut asap, warga mengeluhkan mata pedih hingga langsung batuk-batuk ketika menghirup asap.

Data aplikasi ISPUnet menunjukkan, parameter pencemar utama adalah partikel halus PM2.5 dengan nilai 318. Kategori ini menandakan kualitas udara berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius sehingga memerlukan penanganan cepat.

“Kalau terhirup asap, mata terasa pedih dan langsung batuk-batuk,” keluh warga, Rahmad, warha Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Selain PM2.5, parameter PM10 tercatat 236 atau masuk kategori sangat tidak sehat. Sementara itu, parameter sulfur dioksida (SO2) tercatat 17, karbon monoksida (CO) 5, ozon (O3) 35, nitrogen dioksida (NO2) 5, serta hidrokarbon (HC) 0. Seluruh parameter tersebut tercantum dalam kategori baik pada data yang diberikan.

Data meteorologi pada waktu pengukuran mencatat kelembapan udara 96,48 persen, tekanan udara 1.012 milibar, dan suhu 26 derajat Celsius.

Nilai PM2.5 yang tinggi menjadi perhatian karena partikel berukuran sangat kecil ini dapat masuk jauh ke saluran pernapasan. Paparan polusi udara dapat memicu iritasi mata dan gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan.

Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat, menutup celah masuk asap ke dalam rumah, dan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus jika harus beraktivitas di luar. Apabila mengalami sesak napas atau gejala berat, segera cari pertolongan medis. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami