Home Berita Nasional Beri Penjelasan kepada Malaysia, Menlu : Indonesia Kerahkan 60 Ribu Personel dan 48 Pesawat Tangani Karhutla

Beri Penjelasan kepada Malaysia, Menlu : Indonesia Kerahkan 60 Ribu Personel dan 48 Pesawat Tangani Karhutla

  Redaksi   | Minggu , 11 Oktober 2026
57761fbd29c5a8737ee9d01439c335ee.jpg
Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (Dok: BPBD Kotim)

KLIK.PALANGKA RAYA – Pemerintah Indonesia mengerahkan lebih dari 60.000 personel serta 48 helikopter dan pesawat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan. Langkah tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir kepada Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan, menyusul pembicaraan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim terkait kabut asap lintas negara.

Arrmanatha mengatakan, komunikasi dengan pemerintah Malaysia dilakukan untuk menjelaskan berbagai upaya penanganan karhutla yang telah dijalankan Indonesia, termasuk pemadaman melalui udara atau water bombing dan operasi modifikasi cuaca.

“Kita sudah menerjunkan lebih dari 60.000 personel, kita telah menerjunkan juga 48 helikopter dan pesawat untuk melakukan water bombing dan pengalihan cuaca,” kata Arrmanatha saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (10/10).

Menteri yang akrab disapa Tata itu mengakui, karhutla di Sumatra dan Kalimantan masih menjadi tantangan bagi Indonesia. Ia berharap hujan yang diperkirakan turun dapat membantu meredakan kebakaran.

Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan telah menghubungi Presiden Prabowo pada Kamis (8/10). Keduanya membahas kebakaran di Sumatra dan Kalimantan yang asapnya turut berdampak ke wilayah Malaysia dan Singapura.

Anwar menyatakan persoalan kabut asap menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Malaysia juga kembali menyatakan kesediaannya untuk membantu Indonesia dalam penanganan kebakaran dan dampak asap.

Selain itu, Anwar menginstruksikan Menteri Luar Negeri Malaysia menghubungi Sekretariat ASEAN untuk mengupayakan pertemuan tingkat menteri lingkungan hidup negara-negara ASEAN. Pertemuan tersebut ditujukan untuk membahas penanganan kabut asap secara khusus.

Komunikasi kedua negara berlangsung ketika penanganan karhutla masih menghadapi tantangan di sejumlah wilayah. Pengerahan personel, dukungan udara, dan koordinasi lintas negara menjadi bagian dari upaya mengendalikan kebakaran serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami