KLIK.SAMPIT – Sebanyak 1.000 paket bantuan pangan disalurkan kepada masyarakat di Kelurahan Sawahan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (10/10). Bantuan dari Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran itu disertai pembagian masker dan vitamin, pemeriksaan kesehatan gratis, serta dukungan penyediaan air bersih bagi warga yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah dampak karhutla. Selain kebutuhan pangan, perhatian terhadap kesehatan dan ketersediaan air bersih juga diperlukan selama kualitas udara terganggu asap.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kesiapan logistik dan proses distribusi di lapangan.
“Bantuan ini tetap kita salurkan kepada masyarakat yang berhak menerima. Hanya saja, penyalurannya dilakukan bertahap sesuai kesiapan barang dan proses distribusi di lapangan,” ujarnya.
Agustiar menjelaskan, sebagian barang masih dalam proses pengemasan, sedangkan bantuan lainnya menunggu kedatangan di lokasi penyaluran. Karena itu, waktu distribusi menyesuaikan ketersediaan barang.
Salah seorang warga, Wahyu, mengapresiasi bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan kebutuhan pokok dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi saat ini.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Adanya masker, vitamin, pemeriksaan kesehatan, dan air bersih juga menjadi dukungan bagi masyarakat di tengah kondisi seperti sekarang,” ujarnya.
Selain bantuan pangan dan layanan pendukung, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelayanan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Sebanyak 804 orang tercatat mendapatkan pelayanan melalui program tersebut.
Jumlah penerima layanan KHBS itu berbeda dengan sasaran penerima bantuan pangan gubernur. Kedua program memiliki mekanisme dan pendataan tersendiri.
Penyaluran bantuan ini menjadi salah satu bentuk dukungan bagi masyarakat yang menghadapi dampak karhutla. Keberlanjutan distribusi dan layanan kesehatan tetap diperlukan agar warga yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan sesuai sasaran. (KLIK-RED)