KLIK.SAMPIT – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Rabu (14/10). Pemerintah daerah berharap kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mendapatkan dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat penanganan karhutla.
Koordinator Lapangan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla Kotim Rihel, mengatakan berdasarkan informasi sementara yang diterimanya, rombongan Menteri Kehutanan diperkirakan tiba di Sampit pada Selasa (13/10) sore setelah berangkat dari Palangka Raya.
“Iya, Menhut kemungkinan nanti sore sampai ke Sampit dan hari Rabu baru meninjau ke lapangan,” kata Rihel, Selasa (13/10).
Dalam agenda tersebut, peninjauan direncanakan menyasar wilayah Mentawa Baru Hulu dan Mentawa Baru Ketapang. Selain melihat kondisi kebakaran di lapangan, Menteri Kehutanan juga dijadwalkan mengikuti diskusi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Rihel berharap kedatangan Menteri Kehutanan dapat membantu merealisasikan sejumlah kebutuhan daerah dalam penanganan karhutla. Dukungan yang diharapkan meliputi peralatan pemadaman hingga penyelesaian persoalan terkait penetapan kawasan.
“Harapan kita, dengan mereka datang, mudah-mudahan bantuan-bantuan yang kita harapkan bisa terealisasi, apakah terkait bantuan peralatan atau penetapan kawasan,” ujarnya.
Menurut Rihel, koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat diperlukan untuk membantu mengatasi berbagai kendala yang dihadapi petugas di lapangan. Karena itu, kunjungan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda peninjauan, tetapi juga membuka ruang pembahasan mengenai kebutuhan penanganan karhutla di Kotim.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim hingga 11 Oktober 2026, tercatat 1.400 kejadian kebakaran dengan total luas lahan terbakar mencapai 2.137 hektare.
Kecamatan Seranau menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni 884 hektare. Sementara itu, akumulasi titik panas atau hotspot di Kotim pada periode yang sama mencapai 44.251 titik.
Besarnya dampak kebakaran tersebut menjadi salah satu latar belakang pentingnya dukungan lintas pemerintahan dalam penanganan karhutla. Namun, bentuk bantuan maupun tindak lanjut yang akan diberikan pemerintah pusat masih menunggu hasil koordinasi dan pembahasan.
Kunjungan Menteri Kehutanan diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan unsur terkait agar penanganan karhutla di Kotim berjalan lebih optimal. (KLIK-RED)