KLIK.SAMPIT – Perbaikan jalan lingkungan, pemerataan layanan kebersihan, akses air bersih, hingga penerangan jalan menjadi sejumlah aspirasi masyarakat yang diperjuangkan Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Pardamean Gultom.
Usulan tersebut mencakup wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, hingga Desa Eka Bahurui. Berbagai kebutuhan itu diharapkan dapat ditindaklanjuti pemerintah daerah sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran.
“Warga mengharapkan adanya perbaikan infrastruktur yang benar-benar menyentuh kebutuhan mereka. Jalan yang rusak perlu diperbaiki, fasilitas pelayanan publik harus diperhatikan, dan kebutuhan dasar seperti air bersih, penerangan jalan, serta sarana kebersihan juga perlu mendapat perhatian serius,” kata Pardamean, Selasa (13/10/2026).
Di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, salah satu usulan menyasar rehabilitasi Kantor Kelurahan Ketapang di Jalan H. Imbran Nomor 1, RT 14/RW 06. Perbaikan yang dibutuhkan meliputi atap, plafon, dan pengecatan bangunan.
Sejumlah ruas jalan juga diusulkan untuk diperbaiki, yakni Jalan Jeruk I, Jalan Jeruk II, Jalan Manggis 5C, Jalan Teluk Dalam, dan Jalan Tartar. Selain itu, warga mengharapkan kelanjutan pembangunan Jalan Suprapto 20 yang baru dikerjakan sebagian.
“Perbaikan jalan bukan hanya menyangkut kenyamanan, tetapi juga kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari. Karena itu, ruas-ruas yang kondisinya sudah memprihatinkan perlu menjadi perhatian agar akses warga semakin baik dan pembangunan dapat dirasakan secara merata,” ujarnya.
Kebutuhan lain berkaitan dengan dukungan operasional bagi lima kelompok relawan pemadam kebakaran di Kelurahan Mentawa Baru Hilir. Pengadaan kendaraan roda tiga diusulkan untuk membantu kegiatan relawan saat menghadapi keadaan darurat.
Pada sektor kebersihan, masyarakat mengharapkan layanan pengangkutan sampah yang lebih merata. Penyediaan alat angkut atau loader di depo sampah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang juga menjadi salah satu usulan untuk mendukung pengelolaan sampah di wilayah tersebut.
Sementara itu, di Kelurahan Mentawa Baru Hulu, aspirasi warga mencakup perbaikan Jalan MT Haryono Barat yang masih bergelombang serta peningkatan Jalan Semangka dan Jalan Rangkas, terutama pada akses menuju kawasan sekolah.
Warga juga mengusulkan dua unit kendaraan roda tiga atau Tossa untuk operasional kebersihan. Selain itu, terdapat usulan kelanjutan penimbunan atau perkerasan Gang Damai di Jalan H. Imran serta pengecoran ruas Jalan Batu Mutiara–Jalan Jeruk I.
“Jalan lingkungan dan akses menuju sekolah harus mendapat perhatian karena digunakan masyarakat setiap hari. Begitu pula persoalan kebersihan, yang membutuhkan dukungan peralatan agar lingkungan permukiman tetap terawat,” kata Pardamean.
Di Desa Eka Bahurui, kebutuhan air bersih menjadi salah satu perhatian. Warga mengusulkan pemasangan jaringan pipa induk transmisi dan distribusi PDAM di Jalan Niaga Darat.
Pemasangan lampu penerangan jalan umum di ruas yang sama juga diharapkan dapat dilakukan. Adapun kebutuhan infrastruktur jalan meliputi perkerasan badan jalan di Gang Yusuf dan Jalur 4, serta rekonstruksi badan Jalan Niaga sepanjang sekitar satu kilometer.
“Pemerataan pembangunan harus menjangkau seluruh wilayah, termasuk desa. Ketersediaan air bersih, penerangan jalan, dan akses jalan yang memadai merupakan kebutuhan masyarakat yang perlu diperjuangkan agar aktivitas warga dapat berjalan lebih lancar,” ungkapnya.
Berbagai aspirasi tersebut mencakup kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari akses jalan dan air bersih hingga sarana pendukung pelayanan lingkungan. Penanganannya memerlukan pembahasan bersama perangkat daerah terkait, termasuk penentuan prioritas dan dukungan anggaran.
Sebagai anggota DPRD Kotim, Pardamean diharapkan dapat mengawal usulan tersebut melalui fungsi representasi dan pengawasan agar kebutuhan yang disampaikan warga mendapat tindak lanjut sesuai kewenangan dan prioritas pembangunan daerah. (KLIK-RED)