KLIK.SAMPIT – Hujan kembali mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Senin (19/10). Warga menyambutnya dengan harapan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) segera mereda sehingga kabut asap yang menyelimuti Sampit tidak lagi mengganggu aktivitas sehari-hari.
Hujan dilaporkan turun di Baamang, Mentawa Baru Ketapang, hingga Cempaga. Namun, intensitas dan durasinya berbeda di setiap wilayah.
Seorang warga Baamang berharap hujan tersebut dapat membantu meredakan kebakaran yang masih terjadi di sejumlah lokasi.
“Hujan di Baamang, mudah-mudahan api segera berakhir,” ujarnya.
Harapan serupa disampaikan warga di Jalan Pelita, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Hujan lebat yang mengguyur kawasan itu diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap di Sampit.
“Di Jalan Pelita, MB Ketapang hujan lebat. Mudah-mudahan tidak ada asap lagi di Sampit,” harapnya.
Sementara itu, Daus, warga Cempaga, mengatakan hujan deras juga turun di wilayahnya, meski hanya berlangsung sebentar.
“Hujan di Cempaga cukup deras, tetapi sebentar saja. Mudah-mudahan hujan ini bisa membantu mengurangi asap dan membuat kondisi udara kembali membaik,” kata Daus.
BMKG: Hujan Bukan karena Modifikasi Cuaca
Prakirawan BMKG Kotawaringin Timur, Alfa Centauri K., S.Tr., menjelaskan hujan yang terjadi bukan dipicu operasi modifikasi cuaca (OMC), melainkan kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan.
“Untuk hujan yang terjadi hari ini bukan karena OMC, tetapi karena kondisi atmosfer yang mendukung. Di wilayah Kotim terdapat perlambatan pergerakan angin yang mendukung proses pembentukan awan, terutama awan hujan,” jelasnya.
BMKG memprakirakan potensi hujan di wilayah Telawang yang dapat meluas ke Kota Besi, Cempaga, Mentaya Hulu, Parenggean, Baamang, Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Utara, dan Seranau.
Meski demikian, masyarakat diminta tidak menganggap hujan akan terus turun. BMKG memperkirakan tidak ada potensi hujan dalam tiga hari ke depan.
Di tengah kondisi kabut asap yang masih mengganggu, BMKG mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dan menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Hujan yang turun memberi harapan bagi warga Kotim untuk terbebas dari kabut asap. Namun, dengan prakiraan tidak adanya hujan dalam beberapa hari ke depan, penanganan karhutla dan kewaspadaan terhadap dampak asap tetap perlu dilakukan. (KLIK-RED)