KLIK.SAMPIT – Sebanyak 429 titik panas (hotspot) terdeteksi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, berdasarkan rekapitulasi data BMKG dan BPBD untuk periode akumulasi 24 jam hingga 19 Oktober 2026. Sebaran terbanyak tercatat di Kecamatan Teluk Sampit, Pulau Hanaut, dan Seranau.
“Teluk Sampit mencatat 112 titik panas, disusul Pulau Hanaut dengan 104 titik dan Seranau sebanyak 96 titik. Ketiga kecamatan tersebut menyumbang 312 titik atau sekitar 73 persen dari total titik panas yang terdata di Kotim,” ungkap Koordinator Lapangan Satgas Karhutla Kotim Rihel, Selasa (20/10).
Di Kecamatan Teluk Sampit, titik panas terutama terkonsentrasi di Desa Lampuyang dengan 96 titik dan Desa Ujung Pandaran sebanyak 15 titik. Sementara di Pulau Hanaut, sebaran terbanyak tercatat di Desa Hanaut sebanyak 21 titik, Bapinang Hilir 17 titik, Babaung 15 titik, Bapinang Hulu 14 titik, dan Satiruk 12 titik.
Adapun di Kecamatan Seranau, titik panas didominasi Desa Ganepo dengan 65 titik dan Kelurahan Mentaya Seberang sebanyak 27 titik. Seluruh 96 titik panas di kecamatan ini masuk kategori tingkat kepercayaan menengah.
Di luar tiga kecamatan tersebut, Bukit Santuai dan Mentaya Hilir Utara masing-masing mencatat 23 titik panas. Di Bukit Santuai, sebaran terbanyak berada di Desa Tewai Hara dengan 16 titik. Sedangkan di Mentaya Hilir Utara, titik panas terbanyak tercatat di Desa Bagendang Tengah sebanyak sembilan titik dan Natai Baru tujuh titik.
Kecamatan Mentaya Hulu mencatat 19 titik, Antang Kalang 14 titik, Kota Besi 11 titik, Telaga Antang sembilan titik, Baamang enam titik, dan Mentawa Baru Ketapang lima titik. Sebaran lainnya berada di Kuluk Telawang empat titik, Tualan Hulu tiga titik, Telawang dua titik, serta Cempaga dan Parenggean masing-masing satu titik.
Berdasarkan tingkat kepercayaannya, dari total 429 titik panas, sebanyak 426 titik masuk kategori menengah, dua titik kategori tinggi, dan satu titik kategori rendah. Tingkat kepercayaan tersebut menunjukkan keyakinan sistem deteksi terhadap indikasi titik panas, bukan ukuran luas kebakaran ataupun bukti bahwa seluruh titik telah menjadi kebakaran lahan.
Sebaran ini menunjukkan konsentrasi titik panas di sejumlah kecamatan bagian selatan dan pesisir Kotim, terutama Teluk Sampit, Pulau Hanaut, dan Seranau. Data tersebut dapat menjadi salah satu acuan untuk menentukan wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam pemantauan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).(KLIK-RED)