KLIK.SAMPIT – Maskapai NAM Air membatalkan penerbangan dari dan menuju Bandara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hingga 15 Oktober 2026. Keputusan tersebut diambil karena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat jarak pandang belum memenuhi batas minimum keselamatan penerbangan.
District Manager NAM Air Sampit, Harli Rahman, mengatakan pembatalan berlaku mulai 11 Oktober untuk penerbangan rute Sampit–Surabaya dan Sampit–Semarang. Maskapai memilih mengumumkan pembatalan lebih awal agar calon penumpang mendapat kepastian sebelum berangkat ke bandara.
“Penerbangan kita kemarin itu terakhir kita bisa terbang tanggal 22 September. Setelah itu kondisi di bandara Sampit ini setiap harinya jarak pandang tidak mencapai jarak pandang minimum,” kata Harli, Senin (12/10).
Ia menjelaskan, sebelumnya NAM Air masih membuka penjualan tiket meskipun kondisi jarak pandang belum mendukung penerbangan. Namun, penerbangan berulang kali harus dibatalkan pada hari keberangkatan karena kondisi bandara tidak memenuhi persyaratan operasional.
Situasi tersebut membuat penumpang berisiko datang ke bandara tanpa bisa melanjutkan perjalanan. Karena itu, NAM Air memutuskan mengajukan pembatalan beberapa hari sebelum jadwal penerbangan.
Harli menyebut pembatalan dilakukan secara bertahap untuk empat hari ke depan. Jika kabut asap belum membaik setelah periode tersebut, maskapai akan mempertimbangkan perpanjangan pembatalan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.
Menurutnya, berdasarkan koordinasi dan informasi cuaca dari BMKG, kabut asap berpotensi bertahan hingga hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah Sampit. NAM Air terus memantau kondisi cuaca sebelum menentukan kelanjutan operasional penerbangan.
Harli juga mengamati penerbangan maskapai lain yang sebelumnya masih beroperasi akhirnya mengalami pembatalan pada hari keberangkatan. Kondisi tersebut dapat membuat penumpang menunggu berjam-jam tanpa kepastian perjalanan.
Untuk sementara, NAM Air tetap membuka loket pelayanan di Bandara H Asan Sampit mulai pukul 09.00 WIB. Calon penumpang diimbau memeriksa status penerbangan kepada petugas maskapai sebelum menuju bandara.
Penumpang juga dapat mempertimbangkan bandara alternatif, seperti Bandara Iskandar di Pangkalan Bun. Namun, Harli memperkirakan kondisi kabut asap di wilayah tersebut berpotensi tidak jauh berbeda dengan Sampit.
Pembatalan lebih awal juga dilakukan untuk menekan risiko operasional. Harli mengatakan, pihaknya belum menghitung secara pasti kerugian akibat pembatalan penerbangan, tetapi kondisi jarak pandang yang tidak memadai dapat menimbulkan biaya tambahan apabila pesawat harus menunggu atau berputar sebelum mendarat.
“Semoga kondisi cuaca di Sampit segera membaik, tidak kabut asap lagi, sehingga penerbangan dapat kembali beroperasi normal dan mobilitas masyarakat tidak terus terganggu,” pungkasnya. (KLIK-RED)