Home Berita Nasional Menhut Respons Keluhan Relawan Karhutla Tanjung Puting, Peralatan dan Akses Jadi Sorotan

Menhut Respons Keluhan Relawan Karhutla Tanjung Puting, Peralatan dan Akses Jadi Sorotan

  Redaksi   | Selasa , 13 Oktober 2026
04f2727fa096b42fe5e5de67e09d7e6b.jpg
Kebakaran yang mengepung Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, Sabtu (10/10). (Istimewa)

KLIK.PALANGKA RAYA  – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta jajarannya segera menindaklanjuti berbagai persoalan yang dihadapi relawan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Persoalan yang disampaikan meliputi akses menuju lokasi kebakaran, kebutuhan peralatan dan logistik, hingga koordinasi serta strategi pemadaman.

Hal itu disampaikan Raja Juli setelah berdialog secara virtual dengan relawan dari Palangka Raya, Senin (12/10) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Dialog tersebut juga diikuti Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki dan jajaran Kementerian Kehutanan.

Dalam unggahan di akun media sosialnya, Raja Juli menyebut penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting menjadi salah satu prioritas sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Kawasan tersebut merupakan habitat penting orangutan dan berbagai satwa liar yang perlu dilindungi.

Raja Juli mengatakan, dirinya mendengar langsung berbagai persoalan yang disampaikan relawan, termasuk melalui surat terbuka di media sosial. Ia meminta jajarannya segera mengambil langkah tindak lanjut tanpa menunggu kedatangannya ke lokasi.

“Namun, langkah yang bisa dikerjakan sekarang harus segera dijalankan, tanpa menunggu saya tiba di lokasi,” tulis Raja Juli dalam unggahannya.

Ia juga menyoroti praktik yang telah dilakukan relawan di lapangan, seperti penggunaan skema flying camp agar petugas tidak harus berulang kali menempuh perjalanan jauh, serta pembuatan sekat bakar. Menurutnya, praktik tersebut perlu dioptimalkan melalui koordinasi yang lebih baik.

Raja Juli turut menyampaikan rencana melanjutkan perjalanan darat menuju Pangkalan Bun dan Taman Nasional Tanjung Puting, sembari berkoordinasi dengan sejumlah kepala daerah dan pihak terkait.

Ia mengapresiasi relawan dan petugas yang terus menangani kebakaran di lapangan. Masukan serta pengalaman mereka, menurutnya, harus menjadi bagian dari solusi dan ditindaklanjuti melalui kerja nyata.

Tindak lanjut terhadap kebutuhan peralatan, logistik, akses, dan koordinasi menjadi hal yang perlu dicermati dalam penanganan karhutla di kawasan konservasi tersebut. (KLIK-RED)

 

 

Baca Juga

Ikuti Kami