KLIK. SAMPIT – Warga Sampit, Kotawaringin Timur, menghasilkan sebanyak 60 ton sampah setiap harinya. Jumlah ini dihitung dari keseluruhan angkutan truk dari depo-depo sampah yang ada.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Dinas Lingkungan Hidup Kotawaringin Timur, Gatot Ismutarto mengungkap jumlah itu belum termasuk sampah yang dibuang di luar depo.
"Bila dikumpulkan semua dari setiap hari yang kami angkut dari depo-depo itu sekitar 60 ton, " ungkap Gatot, Rabu (14/7)
Dijelaskannya, setiap truk dapat mengangkut 5 ton sampah per sekali jalannya. Saat ini DLH memiliki sebanyak 12 truk yang beroperasi. Jika semua beroperasi maka sampah yang dihasilkan sebanyak 60 ton.
Ini jumlah sampah yang diambil dari depo-depo yang disediakan.Namun sangat disayangkan, masih banyak warga yang membuang sampah bukan di depo yang disediakan pemerintah.
"Masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan tempat pembuangan sampah liar lainnya," ujarnya.
Padahal, jika semua masyarakat bisa disiplin membuang sampah di depo, Kota Sampit, akan lebih bersih dan jauh dari tumpukan sampah yang dibuang secara liar.
"Kami berharap agar masyarakat membuang sampah di depo. Bukan membuang di tempat sampah liar, ini justru membuat tambah kotor, dan akan ditiru oleh warga lainnya," pungkasnya. (KLIK-RED)