Home Berita Metropolis Pengelola Kafe dan Tempat Hiburan di Baamang Deklarasi Anti LGBT

Pengelola Kafe dan Tempat Hiburan di Baamang Deklarasi Anti LGBT

  Redaksi   | Senin , 03 Oktober 2022
9f692010e68dda67686267244110e135.jpg
Pertemuaan pengelola kafe dan tempat hiburan se-Kecamatan Baamang, membahas pencegahan aktivitas LGBT di aula kecamatan setempat, Senin sore (3/10).

KLIK.SAMPIT - Seluruh pengelola kafe dan tempat hiburan di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, mendeklarasikan diri menolak aktivitas kalangan Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) di daerah itu, Senin (3/10). 

Aksi ini dimotori oleh Camat Baamang Ady Chandra, bersama seluruh kelurahan, puskesmas, dan kepolisian dan TNI di wilayah kecamatan setempat. 

Ady Chandra mengatakan, ia tidak ingin tempat usaha di Baamang menjadi sarang LGBT. Dia juga memastikan, hingga saat ini tidak ada tempat hiburan atau kafe yang memfasilitasi aktivitas para kalangan LGBT. 

"Meski yang datang ke kafe dan tempat hiburan berbagai macam orang tapi kami pastikan tidak ada yang memfasilitasi apalagi menyediakan tempat," tegasnya.

Ia juga meminta pengelola kafe dan tempat hiburan malam aktif mengawasi tempat usaha mereka dari aktivitas yang mengarah dan dicurigai berkaitan dengan LGBT. Selain itu Ady Chandra juga meminta pihak kafe atau tempat hiburan melaporkan bila ditemukan. 

Menanggapi ini, salah seorang pengelola kafe, Yuda Pranata mengaku mendukung penuh upaya pihak kecamatan ini untuk menolak segala bentuk aktivitas LGBT terutama di ranah publik. Pihaknya pun mengaku siap bersinergi. 

"Kalau ada kami akan laporkan," kata owner Tequila Cafe and Resto ini. 

Sejauh ini menurut pandangan Yuda, khususnya kafe di Kecamatan Baamang tak ada yang menfasilitasi kalangan LGBT. Apalagi sebagian besar kafe berada di ruang terbuka sehingga bisa diawasi langsung oleh masyarakat. 

Dalam pertemuan itu turut hadir Wakil Kepala Polsek Baamang, Danramil Baamang, Puskesmas Baamang I, Puskesmas Baamang 2. Bahkan dalam waktu dekat pihaknya berencana melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah tempat hiburan, kafe hingga kos-kosan di wilayah itu. Hal ini untuk mencegah keberadaan LGBT di tengah masyarakat Baamang. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami