Home Berita Metropolis Pedagang di Terowongan Nur Mentaya Mengharapkan Penataaan yang Lebih Baik

Pedagang di Terowongan Nur Mentaya Mengharapkan Penataaan yang Lebih Baik

  Sugianto   | Kamis , 02 Februari 2023
1a56bd9117119738353152e3334f6333.jpg
Wakil Ketua Komunitas Pelaku UMKM Nur Mentaya muhammad husain saat diwawancara, Rabu (1/2).

KLIK.SAMPIT- Komunitas Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Nur Mentaya berharap pemerintah lebih setius dalam menata dan membina dan pelaku UMKM.

"Kami hanya pengais rezeki di sana ketika melihat di kawasan Nur Mentaya itu ramai, menjadi peluang usaha buat kami para pedagang," ungkap Muhammad Husain, Wakil Ketua Komunitas Pelaku UMKM Nur Mentaya. 

Dikatakanya, jumlah sementara yang terdata ada 287 pelaku usaha yang berdagang di Nur Mentaya dengan 3 kategori: Ada yang sudah berdagang sebelumnya dibkawasan tersebut atau menetap. Ada yang sudah berdagang namun mengalihkan posisi yang lebih strategis. 

Dan ada juga yang baru mulai berdagang ketika adanya Terowongan Nur Mentaya. 

"Untuk itu semya yang akan menjadi anggota Komunitas Pedagang Nur Mentaya, nanti akan kami buat legalitas melalui notaris, dan kami berharap juga menjadi barometer pedagang yang ada di Kotim, " ungkapnya.

Ditambahkan Husain, ia berharap kepada pemerintah daerah agar para pedagang bisa dilibatkan dalam pembinaan UMKM, berupa pelatihan dalam membuat sebuah produk.

Dan ia juga mendukung penuh pemerintah daerah dalam menata dan mengelola kawasan Terowongan Nur Mentaya ke depannya agar lebih baik.

"Kami tidak mau ikut campur, yang bukan menjadi kapasitas dan wewenang kami dalam tata kelola Nur Mentaya," imbuhnya. 

Ditambahkan Husain, dalam tugas dan fungsi tata kelola Nur Mentaya, pemerintah daerahlah yang lebih berkompeten dalam hal kebijakan tata kelola. Baik dalam hal pengelolaan parkir, keamanan, kebersihan, dan lain sebagainya.

"Kami tentu ingin semuanya berjalan baik. Namun harapannya pemerintah daerah tidak memberatkan para pedagang Nur Mentaya," pungkasnya. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami