Home Berita Metropolis Titik Panas di Kotim Meningkat Signifikan

Titik Panas di Kotim Meningkat Signifikan

  Redaksi   | Rabu , 21 Juni 2023
2a6aa5c5daabfc788efa9c16fe740c3b.jpg
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit saat memantau perkembangan cuaca setiap saatnya.

KLIK. SAMPIT - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit mencatat adanya peningkatan titik panas selama beberapa bulan terakhir.

Prakirawan BMKG Kotim Rahmat Wahidin Abdi, menyebutkan peningkatan jumlah titik panas secara signifikan ini terlihat sejak bulan April. 

“Memang ada tren naik. Dari bulan ke bulan ada peningkatan, tapi yang naik secara signifikan itu mulai dari bulan April terdapat 56 titik panas lalu Mei 100 titik panas dan sampai pertengahan Juni ini sudah 44 titik panas,” ungkapnya, 

Saat ini Kotim telah memasuki awal musim kemarau, tepatnya dimulai sejak dasarian kedua pada Juni 2023. Untuk diketahui, dasarian merupakan perhitungan per 10 hari yang digunakan oleh BMKG. Sehingga, kemungkinan jumlah titik panas masih terus meningkat.

Selama tahun 2023 ini BMKG Kotim mencatat ada 232 titik panas yang terpantau. Dimulai dari Januari 14 titik panas, Februari 14 titik panas, Maret 4 titik panas , April 56 titik panas, Mei 100 titik panas, dan hingga pertengahan Juni ini ada 44 titik panas.

Adapun, dari 17 kecamatan di Kotim ada 3 kecamatan yang jumlah titik panas terbanyak. Yakni, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Telaga Antang, dan Antang Kalang. Ketiga kecamatan ini tersebar di wilayah utara dan selatan Kotim. 

“Untuk titik panas memang terkonsentrasi di wilayah selatan dan utara, hasil pemantauan kami paling banyak di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan sebanyak 49 titik panas,” ujarnya.

Ia melanjutkan, dari hasil pantauan pihaknya ada beberapa faktor yang menyebabkan titik panas terakumulasi di wilayah utara dan selatan tersebut.

Di wilayah selatan yang didominasi lahan gambut sehingga lebih mudah terbakar dan api juga lebih cepat menyebar. Sedangkan, di wilayah utara diperkirakan karena jumlah curah hujan di wilayah tersebut lebih sedikit. 

Ia menyebut, pada umumnya cuaca bersifat dinamis. Kondisi cuaca di setiap kecamatan pada umumnya berbeda. Sehingga walaupun di bagian tengah Kotim masih ada hujan, tidak menutup kemungkinan di wilayah utara justru kering.

Sehubungan dengan meningkatnya titik panas ini, BMKG Kotim mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Apalagi saat in Kotim sedang dilanda El Nino dengan tingkat curah hujan yang cenderung rendah, sehingga potensi kebakaran hutan atau lahan sangat rawan terjadi. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami