Home Berita Metropolis Penanganan Banjir di Kotim Belum Maksimal, Semua Pihak Diminta Jaga Saluran Air

Penanganan Banjir di Kotim Belum Maksimal, Semua Pihak Diminta Jaga Saluran Air

  Sugianto   | Sabtu , 11 Mei 2024
25427118acfa946138180a6e3add0b10.jpg
Banjir melanda wilayah Kotim beberapa waktu lalu.

KLIK.SAMPIT- Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotawaringin Timur Mentana Dhinar Tristama mengakui bahwa upaya penanganan banjir khususnya dalam Kota Sampit masih belum maksimal. Baik banjir karena intensitas hujan tinggi maupun akibat peningkatan debit air sungai.

Pihaknya mengimbau semua pihak agar selalu menjaga dan memelihara saluran air atau drainase agar tidak terjadi banjir.

"Kami selaku perangkat daerah yang berwenang tentu meminta maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini. Di samping intensitas hujan yang cukup tinggi kami juga sadar apa yang kami lakukan masih belum maksimal," ucap Mentana Dhinar Tristama, Sabtu (11/5).

Seperti diketahui pada musibah banjir beberapa waktu lalu setidaknya ada 20 titik lokasi banjir di daerah itu dengan rincian 12 titik di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, 6 titik di Kecamatan Baamang dan 2 titik di Kecamatan Mentaya Hilir Utara yang mengalami banjir.

Hal tersebut terpantau bahwa Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Kecamatan Baamang yang berada dalam Kota Sampit sendiri terdapat 18 titik banjir yang terpantau merendam sejumlah wilayah Kota Sampit.

"Saat ini kita masih dalam proses normalisasi sungai atau pengerukan. Kegiatan tersebut terus kita gencarkan baik untuk pembersihan drainase secara manual maupun menggunakan alat berat," terangnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya terus gencar melakukan normalisasi dengan menggunakan alat berat ekskavator amfibi.

"Saat ini alat berat tersebut baru saja menuntaskan normalisasi Sungai Baamang dan akan bergerak ke wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang," imbuhnya.

Ia berharap selain pihaknya berupaya dalam penanganan banjir ini. Selain itu juga diperlukan kerjasama semua pihak dalam menjaga dan memelihara drainase agar tidak terjadi banjir.

"Kami berharap kolaborasi dan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat dan stakeholder terkait untuk bersama menjaga dan memelihara drainase kita. Khususnya di permukiman, mudah-mudahan tidak ada lagi banjir di tempat kita," demikian Mentana. (KLIK-RED).

Baca Juga

Ikuti Kami