Home Berita Metropolis Antisipasi Penyakit Tidak Menular, Dinkes Kotim Gelar Penyuluhan ke Sekolah

Antisipasi Penyakit Tidak Menular, Dinkes Kotim Gelar Penyuluhan ke Sekolah

  Sugianto   | Selasa , 14 Mei 2024
9c903cadd207ba918ae90cc00f45b399.jpg
Kadinkes Kotim Umar Kaderi (Tengah) saat berfoto bersama sejumlah pelajar.

KLIK.SAMPIT- Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar penyuluhan penyakit tak menular, penyuluhan tersebut digelar kesejumlah sekolah menengah atas sederajat. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah dan mendeteksi secara dini penyakit tidak menular. 

"Kegiatan ini digelar sebagai upaya menyiapkan generasi muda yang berprilaku hidup bersih dan sehat," ucap Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi, Selasa (14/5).

Umar menerangkan penyakit tidak menular telah menjadi penyakit nomor satu di dunia. Penyakit yang termasuk pembunuh tertinggi antara lain penyakit jantung, kanker, diabetes dan gangguan pernapasan kronis.

Menurutnya, faktor risiko utama untuk penyakit ini sering kali terkait dengan gaya hidup yang tidak sehat. 

"Pola hidup yang tidak sehat ini seperti pola makan tidak seimbang, kurangnya aktivitas fisik, konsumsi alkohol, merokok, stres yang tinggi dan paparan terhadap polusi udara," terang Umar.

Ia mengatakan pemerintah telah berupaya melakukan beragam kebijakan untuk mengantisipasi hal tersebut, dari perbaruan undang-undang kesehatan, penerbitan peraturan menteri kesehatan terkait penyakit tidak menular, kampanye perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), gerakan masyarakat hidup bersih dan sehat (germas), integrasi layanan kesehatan primer, promosi cerdik, posbindu ptm, usaha kesehatan sekolah dan lain-lain. 

"Hal ini merupakan upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat penyakit tidak menular dan upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat, terutama di lingkungan sekolah," ungkapnya.

Lanjutnya, kegiatan ini sangat penting dilakukan. Pasalnya, sekitar separuh penduduk Indonesia adalah pemuda yang sebagian besarnya adalah anak usia sekolah yang merupakan generasi penerus bangsa. Generasi penerus bangsa harus disiapkan dengan baik, hidup sehat dan terjaga dari penyakit menular dan tidak menular.

"Apabila seseorang sakit, maka banyak hal yang dikorbankan dan menjadi beban keluarga. Termasuk pemerintah karena harus menyediakan obat-obatan dan peralatan kesehatan yang seharusnya dapat digunakan untuk peningkatan sumber daya manusia," imbuhnya.

Umar menambahkan, dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dimulai dari peserta didik atau anak sekolah. Pasalnya mereka merupakan agen perubahan yang tidak hanya menjadi contoh namun juga bisa ikut mengampanyekan prilaku hidup bersih dan sehat.

"Mari kita lakukan prilaku hidup sehat, terutama upaya cerdik, yaitu cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet gizi seimbang dan bergizi, istirahat yang cukup dan kendalikan stres," demikian Umar. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami