Home Berita Metropolis Titik Panas Bermunculan di Kotim, Dua Hektare Lahan Terbakar di Cempaga Hulu

Titik Panas Bermunculan di Kotim, Dua Hektare Lahan Terbakar di Cempaga Hulu

  Redaksi   | Selasa , 23 Juli 2024
0f1002c00d6f9df38d237e7025988e76.jpg
Petugas kepolisian dan warga memadamkan api kebakaran lahan di Desa Keruing, Kecamatan Cempaga Hulu, Selasa (24/7).

KLIK. SAMPIT - Titik panas di Kabupaten Kotawaringin Timur dalam beberapa hari terakhir terus bermunculan. Bahkan tak hanya itu, dua hektare lahan di Kecamatan Cempaga Hulu ludes dilumat api. 

Berdasarkan rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi H Asan Sampit titik panas pada Selasa (23/7) pukul 07.00 terpantau 1 titik panas yakni di Kelurahan kuala Kuayan Kecamata Mentaya Hulu. 

Titik panas lebih parah terpantau sehari sebelumnya yalni sebanyak 8 titik panas yakni; Kecamatan Telaga Antang sebanyak 2 titik panas : Desa Rantau Katang, Desa Tumbang Sangai, Kecamatan Antang Kalang sebanyak 2 titik panas : Desa Kuluk Talawang, Desa Tumbang Kalang. Selanjutnya titik panas juga terdeteksi di Desa Luwuk Ranggan Kecamatan Cempaga, Desa Keruing Kecamatan Cempaga Hulu, Kelurahan Kuala Kuayan Kecamatan Mentaya Hulu. 

Sememtara itu dua hektare lahan semak belukar terbakar di Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Selasa (24/7) sekitar pukul 01.30.

Kapolsek Cempaga Hulu Iptu Adel Muhammad menjelaskan petugas gabungan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setempat telah berhasil memadamkan kebakaran lahan tersebut. Semenrara itu pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran.

"Masih kami selidiki. Adapun lahan yang terbakar luasnya 100 meter x 200 meter. Yang jelas sudah kami tangani dibantu dengan TNI, masyaakat peduli api, serta dari aparat desa dan kecamatan,"  jelasnya. 

Ia menambahkan, bahwa peristiwa ini diketahui saat pengecekan titik panas. Kemudian tim terjun langsung ke lokasi untuk pemadaman.

"Jalan menuju lokasi merupakan tanah merah lahan yang terbakar semak belukar namun belum diketahui milik siapa tanah tersebut. Saat ini api sudah padam, namun masih berasap," Ungkapnya.

Adel menyebut bahwa tim terkendala pada peralatan pemadam dan sumber air yang kurang. Untuk mengantisipasi polisi terus berjaga dan berpatroli rutin pada titik rawan karhutla.

"Disini kami terus lakukan upaya pencegahan dan sosialisasi. Kami imbau agar masyarakat untuk tidak membakar lahan," katanya. 

Sebelumnya diberitakan, titik panas yang mengindikaaikan kebakaran lahan mulai terjadi di sejumlah wilayah, Kabupaten Kotawaringin Timur. Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Resky Maulana Zulkarnain mengatakan pihaknya akan mengedepankan pencegahan dalam penanganan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah setempat.

"Tentunya masyarakat harus diberikan edukasi, upaya penegakan hukum adalah upaya terakhir yang akan dilakukan karena terkadang hukum itu tidak memberikan asas manfaat," kata AKBP Resky Maulana Zulkarnain, Selasa (23/7). (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami