KLIK.SAMPIT - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim), Multazam, menyebut wilayah utara Kotim dinilai rawan bencana banjir, yang berpotensi mengganggu proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
“Sesuai kajian risiko dan bencana, wilayah utara Kotim memang cukup rawan, terutama jika intensitas hujan tinggi,” ujar Multazam.
Wilayah utara Kotim mencakup enam kecamatan: Antang Kalang, Telaga Antang, Mentaya Hulu, Tualan Hulu, Bukit Santuai, dan Parenggean. Kawasan ini dapat dicapai dalam waktu tiga hingga lima jam dari Sampit dan kerap mengalami banjir pada musim hujan.
“Pengalaman kami menunjukkan bahwa wilayah sekitar Sungai di Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, sering tergenang banjir dengan kedalaman cukup signifikan,” lanjut Multazam.
Genangan air tersebut tidak hanya menyebabkan banjir, tetapi juga berdampak pada infrastruktur jalan, sehingga akses ke beberapa desa seperti Desa Bawan dan Tanjung Jariangau di Kecamatan Mentaya Hulu, serta Desa Merah dan Tanjung Jorong di Kecamatan Telaga Antang menjadi sulit.
Multazam menambahkan bahwa wilayah di bantaran sungai di utara Kotim berpotensi mengganggu alur distribusi logistik untuk Pilkada 2024 jika banjir terjadi. Karena itu, dia mengimbau Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempersiapkan langkah antisipasi dalam pendistribusian logistik.
“Kami telah mempersiapkan mekanisme mitigasi bencana, khususnya untuk menghadapi musim hujan saat masa pemilihan,” tambahnya.
Multazam berharap pada hari pemilihan, 27 November 2024, cuaca bersahabat sehingga distribusi logistik dan proses pemilihan dapat berjalan lancar. (KLIK-RED)