Home Berita Metropolis Heboh! Konten “Sampit Turun Salju” Viral, Ternyata Cuma Editan AI

Heboh! Konten “Sampit Turun Salju” Viral, Ternyata Cuma Editan AI

  Redaksi   | Rabu , 30 April 2025
f5eddad055a5e5a72f18645654727bbd.jpg
Museum Kayu Sampit, tampak diselimuti salju dengan nuansa musim dingin dalam video viral di media sosial ternyata dibuat dengan kecerdasan buatan.

KLIK. SAMPIT – Warganet dihebohkan dengan video dan gambar yang memperlihatkan Kota Sampit diselimuti salju. Dalam beberapa unggahan di media sosial, jalanan, taman kota, dan rumah-rumah tampak tertutup putih bak suasana musim dingin. Namun setelah ditelusuri, konten tersebut ternyata hanyalah hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Akun-akun yang menyebarkan konten tersebut mengatasnamakan “Warga Sampit” dan mengunggahnya di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, hingga Facebook. Dalam narasinya, mereka menyebut fenomena “Salju turun di Sampit? ” sebagai kejadian luar biasa dan meminta warganet membagikan unggahan tersebut seluas-luasnya.

Reaksi beragam pun bermunculan. Sebagian warganet terkesima dan percaya bahwa hujan salju benar-benar terjadi di kota tropis tersebut. Namun tak sedikit pula yang menyadari bahwa visual itu merupakan hasil editan teknologi AI, yang kini kian canggih memanipulasi gambar dan video.

“Sempat kaget lihat Taman Kota Sampit bersalju, tapi setelah saya teliti lagi, itu cuma gambar AI. Lucu sih, tapi jangan sampai orang-orang tertipu,” komentar akun Nelly.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kotawaringin Timur Marjuki menegaskan bahwa tidak ada fenomena alam berupa salju di Sampit.

“Itu murni konten kreatif, bukan kejadian nyata. Kami mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menyikapi informasi di media sosial, terlebih jika tidak disertai sumber yang jelas,” ujarnya.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana teknologi AI mampu menciptakan konten visual yang sangat meyakinkan. Namun di sisi lain, hal ini juga bisa memicu penyebaran informasi palsu jika tidak disertai literasi digital yang baik.

Pakar media digital mengingatkan, konten AI semacam ini sebaiknya disertai label atau penjelasan bahwa gambar atau video tersebut hanyalah hasil kreasi buatan, bukan peristiwa sungguhan.

“Penting bagi kreator konten untuk bersikap etis agar tidak menimbulkan disinformasi di masyarakat,” kata Eko Purwanto, pengamat komunikasi digital.

Meski demikian, tak sedikit pula yang mengapresiasi kreativitas di balik konten “Sampit bersalju”. Banyak warganet yang menjadikannya sebagai hiburan sekaligus pengingat bahwa teknologi AI kini makin dekat dalam kehidupan sehari-hari. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami