KLIK.SAMPIT – Peluang sektor pertanian, khususnya perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dinilai masih cukup menjanjikan. Pemerintah kabupaten setempat berencana memberikan bantuan bibit kelapa sawit berkualitas kepada para petani guna meningkatkan hasil produksi yang lebih optimal.
"Saat ini minat warga untuk menanam kelapa sawit cukup tinggi. Apalagi harga buah sawit sedang bagus dan masih sangat menjanjikan untuk dikelola," kata Kepala Dinas Pertanian Kotim Sepnita, Rabu (30/4).
Ia mengakui, terdapat sejumlah kendala yang disampaikan petani dalam mengelola kebun sawit, salah satunya penggunaan bibit yang tidak jelas legalitas atau mutunya. Menurutnya, bibit yang digunakan akan sangat berpengaruh terhadap kualitas dan produktivitas hasil panen.
"Dalam perkebunan sawit, bibit sangat memengaruhi produktivitas. Jika bibitnya bagus, tentu hasilnya pun akan lebih baik dan menguntungkan petani," ujar Sepnita.
Ia menambahkan, sebagai bentuk komitmen membantu petani, Bupati Kotim Halikinnor telah menggagas program untuk meningkatkan produktivitas petani sawit. Dalam APBD Perubahan nanti, direncanakan adanya pengadaan bibit kelapa sawit berkualitas bagi petani.
Sepnita memastikan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sangat mendukung serta siap melaksanakan arahan Bupati Halikinnor dalam merealisasikan program tersebut. Menurutnya, program bantuan bibit ini memang telah lama dinantikan oleh petani sawit rakyat.
"Saya yakin, apabila program ini dapat terlaksana, maka produktivitas petani sawit akan meningkat sehingga pendapatan mereka pun ikut terdongkrak," ungkap Sepnita optimistis.
Ia menyebut, berdasarkan tutupan lahan sawit, total luas kebun sawit yang dikelola oleh petani rakyat di Kotim mencapai sekitar 130.000 hektare. Pihaknya pun berencana melakukan pendataan lapangan secara menyeluruh untuk mengetahui data riil luasan kebun sawit rakyat. Data tersebut juga akan digunakan untuk menghitung proporsi Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima daerah.(KLIK-RED)