KLIK.SAMPIT – Pemadaman listrik selama lebih dari tiga jam di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (12/10) malam, diduga berdampak pada usaha budidaya udang milik warga. Septadi, warga Jalan Kembali, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, mengaku mendapati puluhan udang peliharaannya mati setelah listrik padam.
Septadi mengatakan, listrik padam sekitar pukul 18.00 WIB hingga lewat pukul 21.00 WIB. Setelah aliran listrik kembali, ia menemukan lebih dari 20 udang berukuran besar mati, disusul banyak anak udang berukuran kecil.
“Yang besar lebih dari 20 ekor, sedangkan anak udang yang kecil-kecil banyak sekali mati,” ungkap Septadi, Selasa (13/10).
Ia menjelaskan, udang tersebut dipelihara dalam wadah berukuran sekitar satu meter. Septadi menduga kematian udang berkaitan dengan pemadaman listrik pada malam itu. Namun, penyebab pastinya belum dapat dipastikan secara independen.
Menurut Septadi, pemadaman listrik juga cukup sering terjadi di kawasan tempat tinggalnya. Kondisi itu membuat warga mengeluh karena gangguan listrik tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga dikhawatirkan berdampak pada usaha yang bergantung pada pasokan listrik.
“Sering sekali mati listrik di sini, banyak warga sudah mengeluh,” katanya.
Sementara itu, PLN ULP Sampit pada Selasa (13/10) mengumumkan adanya gangguan pada sejumlah pembangkit yang berdampak pada sebagian pelanggan di wilayah kerjanya. Dalam pengumuman tersebut, PLN mencantumkan estimasi pemadaman pada rentang pukul 12.00 hingga 23.00 WIB, dengan durasi berbeda sesuai lokasi terdampak.
Sejumlah kawasan yang masuk dalam daftar pemadaman meliputi sebagian wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, dan Parenggean, termasuk Jalan Kembali, Jalan HM Arsyad, Jalan M. Hatta, Jalan Metro TV, Bapeang, Pelangsian, serta kawasan Bagendang dan sejumlah desa lainnya.
PLN menyatakan terus mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pemulihan gangguan dan meminimalkan dampak terhadap pelanggan.
Pemadaman yang berlangsung berjam-jam menjadi perhatian warga, terutama pelaku usaha yang membutuhkan pasokan listrik untuk menjaga kondisi budidaya. Warga berharap gangguan kelistrikan segera tertangani agar pasokan kembali stabil dan risiko kerugian dapat diminimalkan. (KLIK-RED)