Home Pemerintah Kotawaringin Timur Nekad Keluar Kota Bupati dan Walikota Siap-siap Disanksi

Nekad Keluar Kota Bupati dan Walikota Siap-siap Disanksi

  Redaksi   | Kamis , 10 Juni 2021
75e2a00ff023d4673c0be365f1e06941.jpg
Bupati Kotim, Halikinnor, saat bersama Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, dalam satu mobil, saat pengecekan proses vaksinasi.

KLIK. SAMPIT— Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran, melarang dengan tegas bupati dan walikota untuk keluar kota. Selama proses vaksinasi COVID-19 dilaksanakan, jika ada yang melanggar maka sia-siap akan disanksi.

 

“Tidak boleh keluar dari wilayah Kalteng, fokus pada proses vaksinasi COVID-19 yang dilakukan saat ini,," kata Sugianto, saat memantau pelaksanaan vaksinasi massal di beberapa lokasi di Kotim, Kamis (10/6).

Dirinya juga meminta kepada bupati dan walikota untuk melakukan sinergitas, gotong royong dari jajaran pimpinan sampai tingkat bawah. Dana COVID-19 juga agar tepat waktu, jangan sampai ada keluhan dari Satgas atau tenaga kesehatan.

Lebih lanjut target vaksinasi se-Kalteng diharapkan, bisa mencapai 16.000 penerima vaksin dalam sehari, sehingga akhirnya Juli diharapkan sasaran lansia bisa mencapai 40-50 persen.

Sementara itu, Bupati Kotim, Halikinnor, melalui Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, berusaha mencapai pelaksanaan vaksinasi seperti yang di targetkan.

"Kami berupaya capai target itu, tergantung dengan vaksin yang didistribusikan ke Kotim, berapapun banyaknya vaksin yang didistribusikan akan digunakan, kita manfaatkan sesuai dengan peruntukannya," terang Umar.

Sisa vaksin COVID-19 di Kotim, sebanyak 5.340 dosis. Untuk seluruh faskes di Kotim dalam sehari bisa menghabiskan 1500-200 dosis vaksin. Hingga saat ini capaian vaksinasi lansia dari 30.697, sasaran vaksin baru mencapai 10,69 persen, layanan publik 50,95 persen dan nakes 96,17 persen.

"Kesulitan untuk Lansia, karena usia di atas 60 tahun banyak komorbid. Saat diperiksa banyak yang memiliki penyakit diabetes, jantung, hepatitis ataupun kanker, sehingga otomatis tidak bisa vaksin, itu kesulitan untuk Lansia," tutupnya. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami