Home Pemerintah Kotawaringin Timur Sebanyak 23 Pejabat Eselon II Ikuti Uji Kesesuaian Jabatan

Sebanyak 23 Pejabat Eselon II Ikuti Uji Kesesuaian Jabatan

  Redaksi   | Senin , 21 Juni 2021
2fc409d9966b7a471c7d7eb2f0c54be8.jpg
Para pejabat eselon II, mengikuti uji kesesuaian jabatan, yang digelar BKPSDM Kotim, diikuti 23 peserta, Senin (21/6)

KLIK. SAMPIT— Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menggelar uji kesesuaian jabatan. Kegiatan diikuti 23 orang pejabat eselon II, yang menduduki jabatan kepala dinas dan kepala badan.

Kepala BKPSDM Kotim, Alang Arianto, mengatakan, uji kesesuaian tersebut merupakan salah satu persyaratan, sesuai PP 11 tahun 2017 dan PP 17 tahun 2019 apabila akan dilaksanakannya mutasi antarinstansi, bagi jabatan pimpinan tinggi pertama eselon IIB harus melakuan uji kesesuaian.

"Ada 23 orang pejabat eselon II yang ikut, sebagai penyesuaian. Mulai dari kepala dinas yang definitif sekalipun, nantinya jika dimutasi maka cocoknya di dinas mana. Peluang dipindahkan ke jabatan lain itu, yang akan terlihat dari uji kesesuaian ini," terang Alang ,yang juga ikut dalam uji kesesuaian tersebut.

Dirinya menerangkan, sesuai aturannya enam bulan sebelum dan sesudah pelantikan kepala daerah baru, boleh melaksanakan mutasi. "Ini proses ketika bupati boleh melakukan mutasi prosesnya sudah selesai," ucapnya.

Apabila Bupati ingin melakukan mutasi, harus melalui uji kesesuaian untuk penilaian kompetensi jabatannya. "Artinya tidak menyalahi peraturan dan undang-undang yang berlaku. Sudah ada penilaian dan kesesuaian aturannya sudah jalan," tambahnya.

Sehingga menurutnya Norma, Standar, Prosedur,dan Kriteria (NSPK), sebagaimana yang telah disosialisasikan sebelumnya, sudah memenuhi tahapan tersebut.

Kegiatan berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama para peserta menjawab pertanyaan melalui lembar jawaban, mencari jawaban yang paling tepat, bukan benar salahnya. Hari kedua baru akan dilakukan wawancara untuk mengetahui kedepannya seperti apa.

"Apakah seperti saya ini, tetap di BKPSDM atau tidak nanti, tergantu pada minatnya. Itu yang menjadi bagian pertimbangan bupati selaku pejabat pembina kepegawaian," tutupnya. (KLIK-RED

Baca Juga

Ikuti Kami