KLIK. SAMPIT— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim), terus berupaya memaksimalkan pembangunan setelah melalui refocusing (pemotongan) dan rasionaliasi anggaran pada semua perangkat daerah, dalam kegiatan fisik dan nonfisik.
Wakil Bupati Kotim Irawati dalam sambutannya saat pembukaan rapat koordinasi pengendalian (Rakordal), pembangunan triwulan II tahun anggaran 2021, di aula Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Kotim, Rabu (1/7).
Disampaikannya, pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) triwulan I mengalami keterlambatan realisasi anggaran. Hal ini karena adanya refocusing (pemotongan) dan rasionaliasi anggaran pada semua perangkat daerah kegiatan fisik dan nonfisik.
“Oleh sebab itu saya meminta kepada semua perangkat daerah untuk mengoptimalkan hasil recofusing anggaran dalam mencapai target,” ujar Irawati.
Di masa pandemi Covid-19 tidak hanya pendapatan asli daerah tetapi juga pendapatan transfer pusat yang mengalami penurunan, seperti yang telah di tetapkan dengan keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia.
“Pendapatan yang baru teralisasi sebesar 37,4 persen masih di bawah target pendapatan triwulan II yaitu sebesar 55 persen,” ungkapnya.
Lanjutnya, dampak pandemi juga mengakibatkan kontraksi pertembuhan ekonomi kabupaten Kotim menurun.
“Pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi kita mengalami penurunan sebesar 3,09 dengan beberapa sektor usaha yang mengalami kontraksi sangat signifikan,” imbuhnya Irawati
Beberapa kebijakan pun telah dilakukan terutama dalam penanganan, pengendalian dan penuluran Covid-19 diharapkan dapat memulihkan kegiatan perekonomian.
“Hingga triwulan II perekonomian Kabupaten Kotim, mengalami indikasi perbaikan di bulan April sebesar 2,45 juta US Dolar, dan meningkat di bulan Mei menjadi 2,46 juta atau sebesar satu persen dari komoditas minyak kelapa sawit dan kayu olahan,” sambungnya.
Irawati menjelaskan, indikasi positif juga di tunjukan pada sektor perdagangan, dengan meningkatkan barang masuk dari Pelabuhan Sampit sebesar 19,16 persen pada bulan April.
“Dibandingkan dengan april 2020, sebesar 2,73 persen dari bulan januari sampai dengan april 2021, kondisi ini diperkuat dengan stabilnya nilai inflasi pada bulan Mei 2021 sebesar 0,2 persen dibandingkan dengan bulan Mei tahun 2020 sebesar 1,98 persen, " pungkasnya. (KLIK-RED)