KLIK. SAMPIT— Keluarga mengaku masih tak percaya dengan tewasnya Damanto (55), diduga karena dibunuh di belakang rumahnya Desa Basirih, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (11/7) lalu.
”Saudara kandung saya itu orangnya sangat baik,” kata Paupau adik kandung korban saat diwawancara awak media ini, Senin (12/7).
Menurutnya, korban juga ramah kepada semua orang. Apalagi, dia suka membantu dengan warga yang tinggal di sekitar rumahnya.
”Yang saya tahu, saudara saya ini sangat baik dengan siapa saja. Kalau tidak percaya, tanyakan saja sama tetangganya. Bahkan, saudara saya ini selalu membukakan pintu rumahnya meski sudah larut malam” terangnya.
Sementara, pihak keluarga tidak mengetahui pasti apakah Damanto tewas karena dirampok atau sebaliknya. Yang pasti, saat pihak keluarga mengecek isi rumah Damanto, tidak ada satu pun barang berharga yang hilang ataupun berpindah tempat.
”Enggak ada yang hilang. Uang, sepeda motor, dompet, serta barang berharga lainnya masih lengkap di rumahnya,” ungkap Paupau.
Paupau juga berharap, agar pihak Kepolisian segera mengamankan siapa pelakunya. Dan dia juga meminta agar pelakunya dihukum dengan seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya terhadap abang kandungnya tersebut.
”Saya kasihan dengan abang saya. Padahal kami sudah lama tidak berkomunikasi dengannya. Tau - taunya, kami malah mendapatkan kabar tidak baik darinya,” tandasnya. (KLIK-RED)