Home Pemerintah Kotawaringin Timur Tingginya Kasus Covid-19 Kelurahan dalam Kota Sampit Jadi Atensi Pemerintah

Tingginya Kasus Covid-19 Kelurahan dalam Kota Sampit Jadi Atensi Pemerintah

  Redaksi   | Selasa , 13 Juli 2021
0fdc30fdaf0fcaa73a8c783190fd4290.jpg
Pertemuan Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, bersama pejabat lintas instansi membahas bantuan PPKM untuk kelurahan di dalam Kota Sampit.

KLIK.SAMPIT— Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang meningkat di tingkat kelurahan wilayah kota di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah setempat.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kotim, Multazam mengatakan, anggaran untuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tingkat kelurahan sangat minim, berbeda dengan anggaran PPKM desa yang cukup besar.

"Anggaran PPKM desa cukup besar, dan karena desa tidak begitu banyak kasus makanya kami hanya bantu di tingkat kelurahan," sebutnya.

Menurutnya Bantuan Tak Terduga (BTT) untuk tanggap darurat memang sudah ada. Namun saat itu fokus pada PPKM desa/kelurahan sehingga dana tersebut masih disimpan.

"Karena kondisi kontingensinya naik, salah satunya kita di level tiga penyebaran Covid-19 di Kalteng lalu Bupati memerintahkan untuk penggunaan dana ini sebagian dibagikan ke PPKM kelurahan," terangnya.

Seperti diketahui bantuan sebesar Rp.11.250.000 untuk dana pelaksanaan PPKM berbasis mikro tingkat kelurahan yang berada di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang disalurkan kepada 9 kelurahan.

Kelurahan tersebut yakni Kelurahan Pasir Putih, Sawahan, MB. Hilir, Ketapang, dan MB Hulu wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Kemudian Kelurahan Baamang Tengah, Baamang Barat, Baamang Hulu, dan Baamang Hilir yang masuk wilayah Kecamatan Baamang.

"Untuk Kelurahan Tanah Mas tidak mendapatkan bantuan karena kasusnya masih rendah," sebutnya.

Dana tersebut diharapkan bisa membantu operasional dari Tim PPKM, jika dihitung mendapatkan Rp. 75 ribu untuk masing-masing petugas. Sehingga tidak ada lagi petugas yang malas-malasan dengan alasan tidak ada anggaran. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami