KLIK. SAMPIT — Werry, salah seorang warga Sampit, Kotawaringin Timur, nekat melaksanakan aksi protes terhadap pemerintah seorang diri di sekitar proyek perbaikan Gerbang Sahati, Jumat (3/9). Dia protes karena menurutnya desai gerbang tersebut tidak memiliki ciri khas Kotawaringin Timur.
“Aksi ini bukan menentang atau menolak desain Gerbang Sahati, tetapi hanya memberikan aspirasi perorangan, karena saya pribadi sangat kecewa dengan desain yang muncul di media sosial,” jelas Weri.
Lanjutnya, desain yang beredar di dunia maya tersebut sangat tidak mencerminkan budaya lokal yang seharusnya menjadi identitas Kotim
“Sehingga warga yang masuk Kota Sampit melihat ada ciri khas budaya lokal, dalam bentuk logo atau kalimat yang mencerminkan Budaya Bumi Habaring Hurung,” terangnya.
Weri mengharapkan pemerintah daerah menonjolkan budaya lokal untuk memperkenalkan ke masyarakat luar daerah, agar Kotim terkenal. (KLIK-RED)