Home Pemerintah Kotawaringin Timur Banjir di Kotim Mulai Merambah ke Daerah Hilir

Banjir di Kotim Mulai Merambah ke Daerah Hilir

  Redaksi   | Selasa , 07 September 2021
5c7635e9d09e9604004f1a06f06d9a3c.jpg
Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, saat berkoordinasi dengan Bupati Kotim, Halikinnor, di lokasi banjir di Desa Kuala Kauyan, Selasa (7/9).

KLIK. SAMPIT— Hingga saat ini kondisi banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih terus terjadi. Bahkan akibat dari curah hujan yang cukup tinggi, membuat banjir mulai merambah ke daerah hilir.

Bupati Kotim, Halikinnor, menjelaskan, sebelumnya banjir hanya terjadi di wilayah utara saja, ada enam kecamatan yang terdampak di wilayah hulu. Namun, saat ini sudah mulai menjalar ke daerah hilir, sepertihalnya Kecamatan Kotabesi, juga sudah mulai merasakan dampak banjir.

“Kondisi banjir ini sangat bergantung pada intensitas hujan. Jika masih terus terjadi hujan maka banjir ini akan terus terjadi. Sehingga masyarakat diminta untuk lebih waspada, termasuk warga yang berada di daerah hilir,” jelas Halikin, saat memantau banjir di Desa Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Selasa (7/9).

Banjir yang terjadi saat ini memang rutin terjadi setiap tahun, hanya tingkat kedelamannya saja yang berbeda-beda. Masyarakat yang tinggal didataran rendah dan tepian sungai akan terdampak banjir yang cukup dalam.

Masyarakat yang tinggal di kecamatan wilayah utara harus waspada. Terlebih banjir sekarang mulai menyebar ke wilayah hilir, maka warga yang ada di wilayah hilir juga harus berjaga-jaga.

“Harapan saya kondisi banjir ini dapat tertangani dengan baik, dan jangan sampai ada korban jiwa dalam musibah banjir saat ini,” harapnya.

Untuk itu para orangtua, diminta untuk mengawasi anak-anak mereka saat kondisi banjir. Selain itu diharapkan untuk selalu menjaga kesehatan, jangan sampai terdampak penyakit di musim banjir.   

“Sesuai dengan arahan gubernur. Masyarakat yang tinggal di dataran rendah dapat berpindah ke daerah yang lebih tinggi, sehingga tidak lagi terdampak banjir,” ujarnya.

Kedepan akan dilakukan, inventarisasi dan membuat kajian. Daerah mana saja yang terdampak banjir, maka akan dibangun salter untuk penampungan warga. Sehingga di sana nantinya akan dilakukan penanganan, jika terjadi banjir. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami