KLIK. PANGKALAN BUN - Wisata susur Sungai Kumai, di Kotawaringin Barat, mulai menggeliat setelah diterpa pandemi Covid-19. Meski tidak seramai sebelum pandemi, beberapa perahu motor atau kelotok wisata terlihat mulai ramai hilir - mudik membawa penumpang menyusuri Sungai Kumai.
Para penumpang umumnya adalah warga sekitar, yang ingin berekreasi menikmati keindahan wajah Kumai di sore hari, wisata susur sungai ini akan membawa penumpang berkeliling melihat keindahan susur sungai.
"Sebenarnya minat warga wisata susur sungai cukup ramai. Namun, karena Covid-19 sempat ditutup dan sekarang kembali dibuka namun dibatasi," tutur, Ari Widianto, pelaku wisata dan pemilik perahu atau kelotok, Minggu (7/11).
Dia bersyukur, sejak adanya wisata susur sungai ini sangat membantu bagi pelaku wisata terutama yang bekerja di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang selama ini vakum, kini kembali menimbulkan semangat bagi pelaku usaha kelotok.
Ari mengaku, saat akhir pekan yakni Sabtu dan Minggu bisa memperoleh Rp 700 ribu. Biasanya akhir pekan ini momentumnya banyak wisatawan yang datang ingin menikmati susur sungai.
"Wisata susur sungai ini kalau bisa terus dikembangkan dan menjadi bagian dalam konsep wisata berbasis sungai," tuturnya.
Sebagai daerah yang memiliki sungai dan memiliki sejarah wisata susur sungai ini dinilai dapat menjadi wisata andalan di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat. Selain untuk menikmati pemandangan alam, susur sungai ini bertujuan mengembalikan fungsi sungai sebagai sendi kehidupan bagi masyarakat sepanjang daerah aliran Sungai di Kumai. (KLIK-RED)