KLIK.SAMPIT— Hari kedua pencarian jasad Yedija S Johannis, warga Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga, yang hilang terseret arus terkendala cuaca. Petugas gabungan kesulitan melakukan pencarian karena hujan terus mengguyur wilayah tersebut hampir sepanjang hari.
“Untuk kegiatan operasi SAR (Search and Rescue) memasuki hari kedua. Yang kami lakukan terhadap operasi tersebut adalah melakukan penyisiran,” ujar Kepala Koordinator lapangan, Badan SAR Nasional (Basarnas) XVI Banjarmasin Pos SAR Sampit, Ridwan, Jumat (19/11).
Ridwan juga menjelaskan, pihaknya melakukan penyisiran dimulai dari tempat kejadian korban terseret arus hingga menuju ke hilir dengan radius 3 kilometer.
“Kami melakukan penyisiran ke arah hilir, karena arus sungai dari kemarin mengarah ke hilir,” ungkapnya.
Ia pun menuturkan bahwa saat ini kendala yang dihadapi dalam melakukan pencarian adalah faktor cuaca yaitu hujan dengan intensitas lumayan deras. Hal ini menyulitkan pencarian.
“Pencarian kami hentikan sementara karena faktor cuaca yaitu hujan,” ujarnya.
Tim gabungan pencarian terdiri dari Basarnas XVI Banjarmasin Pos Sar Sampit, Ditpolairud Polda Kalteng, PMI Kotim, dan TNI. Pencarian korban tersebut menggunakan satu buah rubber boat dengan mesin tempel 25 PK dengan kapasitas enam orang. (KLIK-RED)