KLIK.SAMPIT - Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, kembali mengalami inglasi atau kenaikan harga pada Januari 2023 lalu. Berbagai kenaikan harga komoditas menjadi pemicunya, salah satunya emas jenis perhiasan.
Data rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kotawaringin Timur merinci, inflasi gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit sebesar 0,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,79. Dari 90 kota IHK di Indonesia, 80 kota mengalami inflasi dan 10 kota mengalami deflasi
Inflasi tahun kalender yakni Januari 2023 terhadap Desember 2022 untuk gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit tercatat sebesar 0,13 persen dan inflasi tahun ke tahun yakni Januari 2023 terhadap Januari 2022 tercatat sebesar 5,81 persen.
"Inflasi gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit pada Januari 2023 terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,62 persen," jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotawaringin Timur, Eddy Surahman, Kamis (2/2)
Untuk kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,48 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,21 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,,15 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen.
Adapun komoditas yang memberikan sumbangan inflasi pada Januari 2023 antara lain rokok kretek filter, beras, daging babi, emas perhiasan, ikan tongkol rokok putih, tomat, rokok kretek, kol putih, dan bawang merah.
"Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi atau penurunan harga pada Januari 2023 antara lain bensin, kangkung, bahan bakar rumah tangga, ikan gabus, ikan patin, sawi hijau, daun paku/pakis, ikan lais, solar, dan bayam," jelas Eddy Surahman.
Untuk diketahui, inflasi tertinggi terjadi di Gunung Sitoli sebesar 1,87 persen dengan IHK sebesar 116,79, sementara deflasi tertinggi terjadi di Timika sebesar 0,60 persen dengan IHK sebesar 115,20. (KLIK-RED)