KLIK.SAMPIT- Warga di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terdampak pemadaman listrik bergilir, Selasa (8/8).
Warga mengeluh listrik di rumah dan tempat usaha mereka padam selama 4 jam.
Adapun pemadaman ini terjadi sejak pukul 15.00. Listrik baru menyala pukul sekitar pukul 19.10. Setelah itu listrik di kawasan lain bergantian padam.
Salah seorang warga yang berada di Kecamatan Baamang mengaku pemadaman listrik tersebut, membuat aktivitas sebagian besar masyarakat yang berkaitan dengan listrik menjadi sangat terganggu.
"Listrik padam, kebetulan bertepatan sore hari lagi. Kami susah untuk melakukan aktivitas seperti susah masak, mandi, ibadah dan aktivitas lainnya," ucap salah seorang ibu rumah tangga Rida, Selasa (8/8).
Keluhan yang sama juga dialami Yanti salah seorang warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Dia mengaku bersama keluarga harus memilih makan di luar, pasalnya listrik padam sangat lama sehingga tidak bisa masak di rumah.
"Lebih baik kami makan di luar, ketimbang harus menunggu lampu menyala. Kami sekeluarga kelaparan, kalo sudah mati lampu susah segala- galanya," ujarnya.
Tidan dan Yanti hanya bagin kecil dari masyarakat yang terdampak pemadaman listrik. Masih banyak masyarakat lainnya merasakan dampaknya.
Sementera dalam rilis yang disebar Humas PT PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah pemadaman tersebut terjadi karena gangguan sistem kelistrikan interkoneksi yang berada di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur (Kalseltengtim) yang mengakibatkan terganggunya pasokan listrik ke sebagian wilayah tersebut.
"Secara bertahap PLN saat ini mengoptimalkan
penormalan sistem secepat-cepatnya.
Kami sangat menyesal atas kejadian ini sehingga mengakibatkan aktivitas pelanggan terganggu," demikian Humas PLN UID Kalselteng.
Warga berharap agar kondisi ini tak terjadi berlarut-larut. Warga juga mendoakan agar petugas teknisi PLN dapat mengatasi dengan cepat pemadaman listrik ini. Sehingga pasokan listrik ke rumah warga dapat kali normal.(KLIK.RED)