KLIK.SAMPIT- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur memperpanjang status tanggap darurat kebakaran lahan dan hutan, Senin (16/10). Status ini akan berlaku selama tujuh hari ke depan.
"Mungkin kita perpanjang status tanggap darurat ini selama tujuh hari ke depan, sambil melihat perkembangan Karhutla ini," ucap Assisten I Setda Kotim Rihel.
Adapun status tanggap bencana Karhutla ini diperpanjang selama satu minggu ke depan yakni dimulai 16 Oktober 2023 hingga 23 Oktober 2023.
Rihel menjelaskan indikator perpanjangan ini salah satunya berdasarkan prakiraan BMKG pada dasarian 3 Oktober dan Dasarian 1,2 November nanti akan ada terjadi hujan.
"Jadi karena ada potensi hujan kita tentunya akan mengevaluasi kembali dan akan kita perpanjang sampai tanggal 23 Oktober. Nanti setelah itu kita akan menggelar rapat kembali untuk melihat perkembangan ini, kalau memang tidak memungkinkan maka akan kita perpanjang lagi status tanggap darurat Karhutla ini," paparnya.
Adapun kondisi kota Sampit saat ini khususnya wilayah Selatan Kotim masih banyak ditemukan titik panas dan juga diselimuti kabut asap yang sangat tebal akibat tingginya kebakaran yang terjadi.
Selain itu, lanjut Rihel total Karhutla yang ada di Kotim ada sebanyak 8.344 hektare dan kemudian jumlah kasus ISPA pun dari laporan pihak dinkes juga mengalami penurunan.
"Nah dengan kondisi ini makanya kita sepakat untuk perpanjang status tanggap darurat ini menjadi seminggu ke depan," bebernya.
Rihel menambahkan, pihaknya tetap selalu waspada dan berharap masyarakat bisa lebih meningkatkan kepedulian dalam menghadapi musibah Karhutla ini.
"Mari kita bersama- sama bergotong royong dalam menghadapi musibah ini. Kita awasi lahan kita dan jangan membakar sembarangan," pungkas Rihel. (KLIK-RED)