Home Berita Metropolis Waspada! Uang Palsu Marak Beredar di Sampit Menjelang Pemilu, Sudah Ada Korbannya

Waspada! Uang Palsu Marak Beredar di Sampit Menjelang Pemilu, Sudah Ada Korbannya

  Redaksi   | Sabtu , 13 Januari 2024
dcc823d3ccc8d56dc45d2867b8c03c8f.jpg
Warga membedakan uang palsu dan uang asli dengan metode penerawangan. Uang palsu tampak tidak ada gambar airnya bila diterawang.

KLIK. SAMPIT - Menjelang Pemilihan Umum 2024 peredaran uang palsu di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, marak terjadi. Bahkan sejumlah warga sudah menjadi korbannya. 

Seperti yang dialami oleh pengelola toko kue di Jalan Achmad Yani Sampit, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, baru-baru ini. 

Gita, karyawan di toko tersebut mengaku telah menerima uang palsu pecahan Rp 50 ribu sebanyak satu lembar. Uang tersebut diduga berasal dari salah satu pelanggan mereka.

"Kertasnya berbeda dengan uang asli. Uang itu terasa lebih licin dan memang hampir sulit membedakannya. Namun berkat hasil pemeriksaan dengan 3D akhirnya bisa terungkap," pungkasnya Gita.

Gita mengaku tidak melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Namun ia mengaku akan lebih berhati - hati dan cermat lagi dalam menerima uang kertas.

Menanggapi hal tersebut Kapolsek Ketapang Kompol Suyono mengharapkan agar warga waspada dan jeli ketika mendapatkan uang kertas. Terutama pecahan Rp 100 Ribu dan Rp 50 ribu.

"Kepada para pelaku usaha apabila menerima uang harus di periksa terlebih dahulu," imbaunya. 

Uang kertas palsu dapat dibedakan dengan cara 3D: dilihat, diraba, dan diterawang. Atau menggunakan mesin yang dapat mendeteksi uang palsu. 

"Atau bisa melapor langsung ke polisi agar bisa ditindaklanjuti," ungkap Suyono. (KLIK. SAMPIT - Menjelang Pemilihan Umum 2024 peredaran uang palsu di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, marak terjadi. Bahkan sejumlah warga sudah menjadi korbannya. 
Seperti yang dialami oleh pengelola toko kue di Jalan Achmad Yani Sampit, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, baru-baru ini. 
Gita, karyawan di toko tersebut mengaku telah menerima uang palsu pecahan Rp 50 ribu sebanyak satu lembar. Uang tersebut diduga berasal dari salah satu pelanggan mereka.
"Kertasnya berbeda dengan uang asli. Uang itu terasa lebih licin dan memang hampir sulit membedakannya. Namun berkat hasil pemeriksaan dengan 3D akhirnya bisa terungkap," pungkasnya Gita.
Gita mengaku tidak melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Namun ia mengaku akan lebih berhati - hati dan cermat lagi dalam menerima uang kertas.
Menanggapi hal tersebut Kapolsek Ketapang Kompol Suyono mengharapkan agar warga waspada dan jeli ketika mendapatkan uang kertas. Terutama pecahan Rp 100 Ribu dan Rp 50 ribu.
"Kepada para pelaku usaha apabila menerima uang harus di periksa terlebih dahulu," imbaunya. 
Uang kertas palsu dapat dibedakan dengan cara 3D: dilihat, diraba, dan diterawang. Atau menggunakan mesin yang dapat mendeteksi uang palsu. 
"Atau bisa melapor langsung ke polisi agar bisa ditindaklanjuti," ungkap Suyono. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami