Home Berita Metropolis Waspada! Potensi Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Indonesia, Dampak Siklon Tropis Anggrek

Waspada! Potensi Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Indonesia, Dampak Siklon Tropis Anggrek

  Sugianto   | Rabu , 17 Januari 2024
15a32023d44dac23eb01d35163b3e246.jpg
Citra satelit penampakan Siklon Tropis Anggrek dan Bibit Siklon 99S.

KLIK.SAMPIT - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan di Indonesia, pada Rabu (17/1) dan Kamis (18/1).

BMKG mengimbau masyarakat khususnya yang tinggal di pesisir tetap selalu waspada yang berpotensi terjadi gelombang tinggi.

"Saya harap masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," ucap Prakirawan BMKG, Amryuda Mas Nalendra Jaya, Rabu (17/1).

Menurut dia, terdapat Siklon Tropis Anggrek di Samudra Hindia Barat Daya Bengkulu, 9.52° LS, 93.34° BT dan Bibit Siklon Tropis 99S di daratan Australia bagian utara, 16.7° LS, 131.8° BT. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Utara - Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 6 - 30 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat Daya - Barat Laut dengan kecepatan 6 - 30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia Barat Daya Bengkulu, perairan Kepulauan Sangihe, Laut Banda bagian selatan, perairan Kepulauan Leti - Kepulauan Tanimbar, dan Laut Arafuru.

"Kondisi tersebut akan menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 meter hingga 2,5 meter," ujarnya.

Lanjutnya, menurut dia peristiwa ini berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, perairan Sabang - Banda Aceh, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeulue - Kepulauan Mentawai, perairan Timur Pulau Enggano, perairan Bengkulu - barat Lampung, Samudra Hindia Barat Aceh - Kepulauan Nias, Teluk Lampung bagian selatan, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten - Jawa Timur, Selat Bali - Badung - Lombok - Alas - Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Ombai, Selat Wetar, perairan Kupang - Pulau Rote, Samudra Hindia Selatan Jawa Barat - Pulau Sabu, perairan Kepulauan Bintan - Kepulauan Lingga, Selat Bangka bagian utara, perairan utara Sambas, perairan selatan Kepulauan Anambas, Laut Natuna, Laut Jawa bagian barat dan tengah, Selat Makassar bagian utara dan selatan, perairan Kep. Sabalana - Kep. Selayar, Laut Flores, perairan utara Flores, perairan selatan Wakatobi, perairan Pulau Buru - Pulau Ambon, Laut Seram bagian timur, Laut Banda bagian utara, perairan Kep. Kai - Kepulauan Aru, perairan Amamapare- Agats bagian barat, Laut Sulawesi bagian barat dan tengah, perairan Bitung - Likupang, perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku bagian selatan, perairan barat dan timur Halmahera, perairan Fak-Fak - Kaimana, perairan Sorong bagian selatan, perairan utara Papua Barat - Papua.

Sementara pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.50 - 4.0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Barat Kep. Mentawai - Lampung, Samudra Hindia Selatan Banten, Samudra Hindia Selatan Kupang - Pulau Rote, Laut Natuna Utara, perairan utara Kep. Anambas - Kepulaua Natuna, perairan Kepulauan Subi - Kep. Serasan, perairan selatan Kep. Natuna - Pulau Midai, Laut Banda bagian selatan, perairan Kep. Leti - Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru, Laut Sulawesi bagian timur, perairan Kepulauan Sangihe - Kepulauan Talaud, perairan Kepulauan Sitaro, Laut Maluku bagian utara, perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, Samudra Pasifik Utara Halmahera - Papua.

Selain itu untuk masyarakat yang beraktivitas dilaut. Misalnya, perahu nelayan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1, 25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1, 5 meter, kapal feri dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2, 5 meter dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal Pesiar dengan kcepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4, 0 meter

"Dengan adanya peristiwa ini, harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran," ungkapnya. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami