KLIK.SAMPIT— Kasus kematian pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit pada tahun 2022 lalu hingga kini masih menjadi misteri.
Meski telah melibatkan Mabes Polri, kasus kematian Hotma Hutauruk ini belum menemukan titik terang.
Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Besrom Purba mengatakan, pihaknya mengalami kesulitan karena minimnya informasi, barang bukti dan saksi. Sementara keluarga korban dinilai polisi, kuramg terbuka dalam membantu petugas menyelidikinya.
"Informasi yang kami terima sangat minim. Sehingga kami kesulitan. Selain itu korban juga dikenal tertutup, sehingga menambah kesulitan untuk mencari tahu tentang korban kepada orang sekitarnya," Kata Besrom, Kamis (18/1).
Meski begitu polisi terus berupaya mengungkap kasus ini. Polisi juga memastikan bahwa saat ini tengah memeriksa saksi untuk menemukan petunjuk barum
"Untuk saksi sudah ada beberapa orang yang kami periksa termasuk keluarga korban juga kami mintao keterangan," Ucapnya.
Sebagai informasi Hotma Hutahuruk merupakan pegawai rumah sakit yang ditemukan tewas oleh warga di sebuah parit Jalan Pelita Barat, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotim pada 13 Februari 2022 lalu.
Perempuan yang merupakan pegawai Rumah Sakit dr. Murjani tersebut diduga menjadi korban pembunuhan. Namun, hingga sekarang pelaku dari kasus pembunuhan korban belum terungkap.(KLIK-RED)